Cegah Covid-19, Apa itu Sinar Far-UVC yang Dapat Membunuh Virus di Udara?

Kompas.com - 02/05/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udara ShutterstockIlustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udara


KOMPAS.com - Upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona baru, SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 terus diteliti. Salah satunya pemanfaatan sinar ultraviolet jauh atau Far-UVC.

Sinar ultraviolet C (UVC) dengan panjang gelombang 222 nanometer (Far-UVC) telah terbukti mematikan bakteri tanpa membahayakan kulit mamalia.

Sinar Far-UVC ini juga mencoba dimanfaatkan para peneliti di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI) yang berkolaborasi dengan Ikatan Alumni FTUI (ILUNI FTUI) mengembangkan Bilik Disinfeksi Cepat (BDC)-04 sebagai bentuk sumbangsih UI dalam mengurangi dampak penularan Covid-19.

"Cara kerja BDC-04 ini adalah dengan proses penonaktifan mikroorganisme, bakteri dan virus dengan menggunakan sinar ultraviolet yg dikenal dengan Far-UVC, yang memiliki panjang gelombang 207-222 nm, akan dengan cepat membunuh virus dan aman bagi tubuh manusia," tutur Dekan FTUI Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng, seperti melansir Kompas.com.

Baca juga: Lampu UV Ini Bisa Cegah Penyebaran Virus Flu di Ruang Publik

Pada sebuah uji coba yang dilakukan para peneliti di Center for Radiological Research, Columbia University Medical Center, New York telah menunjukkan sinar tersebut dapat mematikan virus H1N1.

Dalam makalah yang dilansir dari Nature, Sabtu (2/5/2020), sebelumnya, penelitian sinar Far-UVC (207-222 nanometer) secara efisien mampu menonaktifkan bakteri tanpa membahayakan kulit mamalia yang menjadi objek uji coba.

Sebab, adanya daya serap yang kuat pada bahan biologi, sinar far-UVC tidak dapat menembus lapisan luar kulit atau mata manusia.

Sejumlah ilmuwan pun berhasil menunjukkan bukti, jika gelombang sinar UVC dapat memberi efek serupa pada virus, seperti dipaparkan dalam makalah di Scientific Reports yang dipublikasikan pada Februari 2020 lalu.

Baca juga: Efektif Hilangkan Corona di Udara, Ilmuwan Kembangkan LED Ultraviolet

Bakteri dan virus berukuran mikrometer atau memiliki dimensi yang sangat kecil, far-UVC dapat menembus dan menonaktifkannya.

Penyakit yang disebabkan oleh mikroba umumnya menyebar melalui udara, seperti influenza dan tuberkulosis.

Halaman:

Sumber Nature
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X