Serba-serbi Hewan: Kenapa Banyak Kaki Kucing "Berkaus Kaki" Putih?

Kompas.com - 08/03/2020, 18:02 WIB
Dita Agusta, ibu dengan 250 kucing didatangi warga yang hendak menitipkan sejumlah kucing untuk dirawat di Rumah Kucing Parung, di Jalan Pasir Naga, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Kemang Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/12/2019). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANDita Agusta, ibu dengan 250 kucing didatangi warga yang hendak menitipkan sejumlah kucing untuk dirawat di Rumah Kucing Parung, di Jalan Pasir Naga, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Kemang Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/12/2019).

KOMPAS.com - Jika Anda melihat kucing, kemungkinan besar warna telapak kaki mereka putih. Kebanyakan orang menyebutnya sebagai kaus kaki kucing, karena mirip kaus kaki yang hanya menyelimuti telapak kaki.

Uniknya, kaus kaki putih kebanyakan dijumpai pada kucing rumahan. Sementara hanya sedikit kucing liar yang berkaus kaki putih.

Alasan di balik kaus kaki kucing yang berwarna putih konon dimulai sejak 10.000 tahun lalu, yakni saat manusia dan kucing berelasi.

Menurut Leslie Lyons, profesor emerita dan kepala Feline Genetics Laboratory di University of Missouri College of Veterinary Medicine, domestikasi atau merawat kucing di rumah inilah yang menyebabkan kucing memiliki kaus kaki dengan warna khas.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Kenapa dan Bagaimana Kanguru Melompat?

"Ketika manusia mulai bertani dan mulai tinggal di suatu tempat, lumbung gandum yang menarik bagi tikus mulai ditinggalkan. Ini adalah pengaturn yang saling menguntungkan, hewan pengerat seperti tikus jadi lebih sedikit yang ditangani dan kucing mendapatkan makanan dengan mudah," kata Lyons.

Dilansir Live Science, nenek moyang spesies kucing liar dan tidak terdomestikasi adalah Felis silvestris, yang hidup di Afrika dan Eurasia.

Satu populasi dari mereka hidup di Gunung Etna, gunung berapi aktif di Sisilia.

Anak kucing merupakan mangsa dari para predator dewasa.

Namun, kucing yang lahir dengan mantel dan kaus kaki tertentu dapat berkamuflase dengan lingkungan yang pada akhirnya membantu mereka bertahan hidup dan terus bereproduksi.

"Mutasi genetik terjadi setiap saat," kata Lyons.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X