Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bagaimana Cara Kerja Alat Pencatat Gempa?

KOMPAS.com – Secara sederhana, seismograf adalah alat pencatat gempa. Fungsi seismograf adalah untuk mengukur pergerakan Bumi.

Alat ini terdiri dari sensor pendeteksi gerakan tanah yang disebut seismometer yang digabungkan dengan sistem perekaman.

Lantas, bagaimana cara alat pencatat gempa bekerja?

Seismometer sederhana yang peka terhadap gerakan naik-turun Bumi dapat dipahami dengan memvisualisasikan beban yang tergantung pada pegas.

Pegas dan bebas yang digantungkan pada kerangka akan bergerak mengikuti permukaan Bumi.

Ketika Bumi bergerak, gerakan relatif antara berat dan Bumi memberikan ukuran gerakan tanah vertikal.

Jika sistem perekaman dipasang dengan pena yang dipasang pada massa, gerakan relatif antara berat dan Bumi dapat direkam untuk menghasilkan catatan gerakan tanah yang disebut seismogram.

Dilansir dari Incorporated Research Institutions for Seismology (IRIS), seismograf bekerja berdasarkan prinsip inersia-benda diam, yakni ia akan tetap diam kecuali ada gaya yang diterapkan.

Seismometer yang digunakan dalam studi gempa dirancang agar sangat sensitif terhadap gerakan tanah. Bahkan, gerakan sekecil 1/10.000.000 cm dapat dideteksi di lokasi yang sangat sunyi.

Sementara itu, seismometer modern sudah dapat menghasilkan tegangan listrik yang direkam oleh komputer.

Dengan memodifikasi susunan pegas, berat, serta rangka, seismometer dapat merekam gerakan ke segala arah.

Seismometer juga biasanya merekam gerakan tanah yang disebabkan oleh berbagai sumber dan buatan manusia, seperti mobil truk di jalan raya atau ombak laut yang menerjang pantai.

https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/23/203200623/bagaimana-cara-kerja-alat-pencatat-gempa-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke