Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5.700 Rumah di Kota Podomoro Tenjo "Sold Out"

Kompas.com - 31/03/2024, 12:12 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 5.700 unit rumah di Kota Podomoro Tenjo, Kabupaten Bogor telah ludes terjual.

Corporate Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Agung Wirajaya mengatakan, jumlah penjualan tersebut terhitung sejak Agustus 2020 hingga akhir Maret 2024.

"Klaster premiumnya ada tiga, deluxe-nya ada empat, jadi tujuh klaster (untuk 5.700 unit rumah). Range harga antara Rp 220 juta sampai Rp 850 juta," ujar Agung saat ditemui usai groundbreaking Fly Over Tenjo, Sabtu (30/3/2024).

Agung menjelaskan, seluruh segmen rumah memberikan kontribusi yang seimbang terhadap penjualan Kota Podomoro Tenjo.

Adapun total luas lahan Kota Podomoro Tenjo sebesar 650 hektar yang rencananya akan dibangun untuk 18.000 unit rumah.

"Kita lihat, kan dalam waktu tiga setengah tahun bisa terjual 5.700 unit rumah. Mungkin dalam waktu lima tahun ke depan proyek ini akan selesai," lanjut Agung.

Baca juga: Penjualan Grand Tenjo Residence Ditargetkan Tembus Rp 230 Miliar

APLN melalui PT Mitra Abadi Utama berharap adanya pembangunan Fly Over Tenjo bisa mendorong penjualan rumah di Kota Podomoro Tenjo.

"Fly Over ini langsung mendarat di area gerbang timur Podomoro Tenjo. Jadi saya melihat pergerakan atau mobilisasi manusia akan lebih cepat lebih efisien, sehingga pertumbuhan Kota Podomoro Tenjo khususnya di sisi timur itu akan lebih cepat dari sekarang," jelasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Fly Over Tenjo merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan swasta yang dilakukan oleh PT Mitra Abadi Utama.

Groundbreaking proyek yang digadang mampu mengatasi masalah kemacetan di pelintasan sebidang Stasiun Tenjo tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca juga: Belum Merambah IKN, APLN Fokus Kembangkan Proyek di Kota Penyangga

Direktur Utama APLN Bacelius Ruru menyebut perusahaan merogoh kocek maksimal Rp 50 miliar untuk proyek ini.

"Kami harapkan pembangunan ini bisa berjalan paling lama setahun, tetapi mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," tuturnya.

Fly Over Tenjo nantinya akan menyambungkan Kota Podomoro Tenjo dengan Stasiun Tigaraksa dengan panjang jembatan 270 meter dan tinggi 7 meter.

Pekerjaan yang digarap APLN juga mencakup ekstensi Stasiun Tigaraksa hingga ke gerbang Kota Podomoro Tenjo.

Proyek tersebut dilaksanakan sebagai upaya APLN membangun Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kota Podomoro Tenjo, sekaligus wujud Corporate Social and Responsibility (CSR) APLN.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com