Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Membedah Underpass Terpanjang di Indonesia, Hubungkan Pansela Jateng dan DIY

Kompas.com - 31/03/2024, 07:30 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

 KULONPROGO, KOMPAS.com - Ada yang menarik ketika Tim Merapah Trans-Jawa 2024 melintasi Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain disuguhkan pemandangan alam yang asri dan kondisi jalan yang cukup mulus selama perjalanan, terdapat sebuah infrastruktur mirip terowongan yang berada di bawah jalan eksisting.

Infrastruktur tersebut ialah Underpass Yogyakarta International Airport (YIA). Letaknya berada di bawah Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Berdasarkan catatan Kompas.com, menurut Kementerian PUPR, Underpass YIA merupakan underpass terpanjang di Indonesia dengan total panjang mencapai 1,3 kilometer.

Terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter, serta jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter.

Sementara lebarnya mencapai 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter, dan samping 18,4 meter.

Baca juga: Hingga Desember, Konstruksi Tol Solo-YIA Kulonprogo Telan Rp 2,5 Triliun

Underpass YIA dibangun dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara sebesar Rp 293 miliar, dan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 31 Januari 2020.

Tujuan pembangunannya yaitu mempertahankan eksistensi ruas Jalur Pansela, khususnya dari Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) ke Kulonprogo, DIY. Karena Bandara NYIA memotong Jalur Pansela yang lama itu.

Untuk itu, keberadaan underpass tersebut diharapkan dapat meningkatkan memperlancar arus lalu lintas warga Kulonprogo dan sekitarnya, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Underpass YIA Kulonprogo.Dok. Kementerian PUPR Underpass YIA Kulonprogo.

Dilengkapi Ornamen Hiasan Lokal

Keberadaan Underpass YIA juga cukup mencolok. Di gerbang masuk jalan terdapat dekorasi Kalamakara dan Sulur. Dekorasi ini mirip dengan hiasan yang ada pada pintu depan di area Taman Sari.

Kemudian ketika di dalam underpass, setiap sisi dinding terdapat hiasan schenography tarian rakyat khas Yogyakarta. Konsep yang diusung pun bertema Gerak Gumerah yang menyambut setiap pengemudi yang melintas.

Sentuhan ornamen daerah itu disebut menggambarkan karakter masyarakat Yogyakarta yang dinamis, optimis, serta berkembang penuh semangat.

Adapun ornamen yang terpampang yakni Tari Jathilan dan Tari Angguk Putri. Apabila para pengendara melewati dengan kecepatan 40 kilometer per jam, seolah-olah ornamen tersebut bergerak-gerak.

Tak hanya ornamen penari, pada pembatas jalan juga terpampang dekorasi Setilir Gebleg Renteng khas Kulonprogo.

Menariknya, hiasan dekorasi di sepanjang Underpass YIA merupakan ide dari Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY.

Memiliki Sistem Keamanan

Underpass YIA juga dilengkapi dengan delapan buah pintu darurat atau emergency exit yang berada di sisi kanan dan kiri terowongan.

Baca juga: Tiga Stasiun Kereta Api di Solo Akan Dipercantik

Tak hanya itu, aspek keamanan lain terutama saat terjadi banjir dan hujan juga menjadi perhatian. Underpass ini dilapisi dengan waterstop yang terbuat dari karet pada dinding dan lantainya.

Underpass YIA juga dilengkapi dengan jalur pembuangan serta pompa air untuk mengantisipasi adanya genangan air saat turun hujan.

Serta, terdapat speaker himbauan kepada para pelintas untuk berhati hati dan menyalakan lampu ketika di dalam underpass.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com