Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/09/2023, 13:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta agar pembangunan jalan tol di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditanami pohon tiga deret dengan jenis variatif.

Menurutnya, hal ini merupakan pembeda antara tol di IKN dengan yang sebelumnya telah dibangun.

Maka dari itu, dia menginginkan agar pembangunannya memperhatikan kualitas jalan dan lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Ada Tiga Seksi, Ini Progres Konstruksi Tol Probowangi Tahap I

Hal ini disampaikan Basuki saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke IKN, Rabu (20/9/2023).

"Jadi, desainnya harus kita perhatikan betul. Kalau di ruas-ruas tol lainnya, kita lihat pohon-pohon hanya satu-dua jenis dalam satu deret, kalau disini nanti tiga deret dengan jenis yang variatif,” jelasnya.

Basuki berpendapat, pekerjaan pembangunan jalan tol di IKN saat ini sudah bagus.

Namun, dia juga menginstruksikan untuk penambahan drainase pada badan jalan tol dan mempercepat pekerjaannya. Sehingga, bisa beres tepat waktu.

“Mohon ditambahkan drainase sambil menyelesaikan konstruksi badan jalannya, supaya tidak terjadi genangan air saat hujan. Tolong, diatur juga skema percepatan pekerjaannya, jadi targetnya disesuaikan, diatur juga penggunaan alat konstruksi dan jumlah pekerjanya agar maksimal,” pesannya.

Menurutnya, Kementerian PUPR terus berupaya meningkatkan konektivitas menuju kawasan IKN.

Salah satunya mempercepat pembangunan jalan tol IKN yang menjadi akses menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Jalan tol ini nantinya akan terhubung dengan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Sehingga, mempersingkat jarak tempuh dari Balikpapan menuju KIPP IKN dari yang sebelumnya sekitar 2 jam, menjadi hanya sekitar 30 hingga 45 menit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com