Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Momen Idul Fitri 2022 Bikin Permintaan Properti di Indonesia Turun

Kompas.com - 04/06/2022, 11:30 WIB
Masya Famely Ruhulessin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen mudik Idul Fitri tahun 2022 ternyata tak hanya berimbas pada kepadatan lalu lintas di jalan raya, namun juga pada permintaan properti.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan tren permintaan properti pada kuartal pertama 2022 mengalami penurunan dan dipengaruhi oleh fokus konsumen pada Hari Raya Idul Fitri 2022.

“Situasi pasar properti pada kuartal pertama 2022 dipengaruhi oleh euforia Hari Raya Idul Fitri dan tradisi mudik, yang sempat terhalang dalam dua tahun terakhir,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Melihat Potensi Sektor Properti di Pancoran Mas dan Sawangan

Seperti diketahui, dalam dua tahun terakhir, Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan dalam kondisi terbatas karena adanya pandemi Covid-19. 

Tahun ini, semua sudah berlangsung normal bahkan pemerintah pusat mengizinkan masyarakat melakukan perjalanan langsung. 

Karena permintaan properti yang turun ini, para penyedia suplai, baik pengembang maupun penjual properti seken tampaknya menahan diri.

Marine juga menjelaskan berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Kuartal II 2022, indeks harga properti masih stagnan dengan kenaikan di bawah 1 persen secara kuartalan.

Tren negatif juga berlanjut pada indeks suplai, yang turun sebesar 0,3 persen secara kuartalan. Sedangkan tren permintaan mengalami penurunan yang mungkin dipengaruhi oleh fokus konsumen pada Hari Raya Idul Fitri 2022.

Dikatakan, indeks harga properti nasional terlihat stagnan pada kuartal pertama 2022, dengan kenaikan hanya sebesar 0,4 persen (quarter on quarter).

“Secara tahunan, tren ini masih menunjukkan kenaikan sebesar 5 persen,” tegasnya.

Baca juga: Harga Rumah Bisa Turun, Ini Penyebabnya

Sementara itu, tren indeks harga properti tertahan terutama karena stagnansi harga apartemen dimana indeks harga apartemen belum bergerak sejak kuartal pertama 2021.

Kondisi ini sangat berbeda dengan harga rumah tapak yang menunjukkan kenaikan 1,2 persen (quarter on quarter) dan naik 6 persen (year on year).

“Dari sisi suplai, penyedia properti terlihat bersikap wait and see. Hal ini dipertegas oleh pergerakan indeks suplai properti nasiona,” tandas Marine.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com