Kompas.com - 19/03/2022, 12:51 WIB


KOMPAS.com – Sequis Tower berhasil menjadi satu dari tujuh gedung perkantoran terbaik pada ajang Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) Award of Excellence 2022 untuk kategori Best Tall Office Building.

Gedung perkantoran internasional grade A yang terletak di Sudirman Central Business District (SCBD) ini dikembangkan oleh Farpoint.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (18/3/2022), disebutkan Sequis Tower memiliki tinggi 206,3 meter dengan total 40 lantai.

Dengan ketinggian tersebut, Sequis Tower berada di peringkat ke-39 sebagai gedung tertinggi di Indonesia dan peringkat 1.569 di dunia.

Dalam merancang desain bangunan, Farpoint bekerja sama dengan firma arsitek Kohn Pederson Fox Associates (KPF) yang berbasis di New York, AS.

Baca juga: Kapan Fasad Kaca Gedung Bertingkat Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli

KPF merancang ruang kerja yang unik, dengan area tanpa kolom penghalang, sehingga memberikan pandangan yang luas ke kawasan Gelora Bung Karno.

"Desain dan arsitektur dari Sequis Tower sangat memperhatikan lingkungan, budaya dan nilai sosial," kata Principal KPF Robert C Whitlock, dilansir dari Kompas.com.

Berbeda dengan gedung modern pada umumnya di Jakarta, Withlock menambahkan, Sequis Tower dirancang seperti pohon Banyan yang memberikan kesan sejuk kepada orang-orang di dalamnya.

Dari sisi desain, Sequis Tower dinilai memiliki bangunan berkualitas tinggi, efisien, serta berfokus pada manusia.

Sequis Tower menjawab kebutuhan gedung perkantoran berkelanjutan di era normal baruSequis Tower Sequis Tower menjawab kebutuhan gedung perkantoran berkelanjutan di era normal baru
Semetara pada sisi berkelanjutan, Sequis Tower menjadi bangunan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) Platinum.

Baca juga: Bukan Sembarang Bangunan, Ini Ciri Spesifik Gedung Bertingkat

Bahkan, Sequis Tower diklaim berkontribusi dalam mencegah dan mengendalikan virus corona karena memiliki inovasi deteksi suhu menggunakan teknologi artificial intellegence (AI), sinar UV-C untuk membersihkan udara, serta pemasangan filter HEPA di lift untuk mencegah penularan virus tersebut.

Fasad bangunan dibuat berlapis ganda untuk mengontrol panas matahari agar penggunaan energi jadi lebih hemat dan efisien.

Sequis Tower juga memanfaatkan sistem peredupan dan pencahayaan sensor gerak yang efektif untuk mengurangi konsumsi listrik.

Chief Operating Officer (COO) PT Farpoint Realty Indonesia Widijanto Liem menuturkan, Sequis Tower akan menjadi representasi visi jangka panjang perusahaan domestik maupun multinasional.

"Hal ini dengan cara penerapan bisnis berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan," tutup Widijanto.

Untuk diketahui, gedung perkantoran yang berhasil memperoleh sejumlah penghargaan kelas dunia ini tutup atap pada Mei 2017 dan rampung seluruhnya pada 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.