Kompas.com - 05/01/2022, 05:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga rumah pribadi di Singapura melonjak drastis, sampai di angka 10,6 persen sepanjang 2021.

Kenaikan harga tersebut jauh lebih tinggi dari kenaikan harga pada tahun 2020, yang hanya ada di angka 2,2 persen.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, angka tersebut merupakan hasil riset yang dipublikasikan Urban Redevelopment Authority (URA) pada Senin (3/1/2021).

Catatan tersebut merupakan pertumbuhan tahunan tertinggi sejak tahun 2010, ketika harga rumah pribadi naik sampai 17,6 persen.

Baca juga: Kualitas Jalan di Singapura Terbaik di Dunia, Bagaimana Indonesia?

Secara keseluruhan, indeks properti residensial swasta naik 8,3 poin dari kuartal III menjadi 173,6 poin pada kuartal IV tahun 2021.

"Peningkatan harganya mencapai 5 persen, dibandingkan dengan peningkatan 1,1 persen pada kuartal sebelumnya," kata URA.

Sementara itu, untuk sektor perumahan publik (HBD), harga jualnya kembali naik hingga 12,5 persen pada tahun 2021. Ini merupakan pertumbuhan tahunan tertinggi sejak tahun 2010.

Kemudian harga rumah pribadi non-tanah di Rest of Central Region (RCR) naik 7,3 persen pada kuartal keempat, dibandingkan dengan capaian 2,6 persen pada kuartal sebelumnya.

Sedangkan harga rumah pribadi non-tanah di Core Central Region (CCR) naik 2,5 persen, dan berhasil membalikkan penurunan 0,5 persen pada kuartal sebelumnya.

Di Luar Wilayah Tengah (OCR), harga rumah berhasil naik 5,4 persen pada kuartal keempat, dibandingkan dengan penurunan 0,1 persen pada kuartal ketiga.

Secara keseluruhan tahun 2021, harga rumah pribadi di CCR, RCR, OCR masing-masing naik 3,7 persen, 16,9 persen, dan 8,4 persen.

Untuk menstabilkan harga, pemerintah Singapura telah meluncurkan serangkaian kebijakan untuk meredam kekacauan di pasar properti.

Kebijakan tersebut antara lain tarif Bea Materai Tambahan (ABSD) Pembeli Tambahan yang lebih tinggi dan Rasio Pelayanan Hutang Total (TDSR) yang lebih ketat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.