Kehadiran Kereta Listrik, Perkuat Ekonomi Laos

Kompas.com - 01/12/2021, 09:30 WIB
Foto udara yang menunjukkan jalur kereta api China-Laos di atas desa dan ladang di Laos utara. Pan Longzhu/XinhuaFoto udara yang menunjukkan jalur kereta api China-Laos di atas desa dan ladang di Laos utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hadirnya kereta api China-Laos bisa membawa peluang baru dan memberikan momentum besar dalam penguatan ekonomi di Laos.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Laos Valy Vetsaphong seperti dikutip dari situs berita China, Xinhua Net.

Seperti diketahui, kereta api China-Laos merupakan jenis kereta listrik multi unit (EMU), dan telah tiba di stasiun Vientiane yang baru dibangun pada 16 Oktober 2021. Kereta tersebut kemudian melalui uji coba pada 18 November 2021.

"Ini akan menjadi momen bersejarah bagi pembukaan rel kereta api di Laos," kata Valy.

Desain kereta, terutama atapnya bergaya Laos. Sementara dekorasinya merupakan kolaborasi budaya Laos dan China, sesuai dengan karakteristik kereta ini.

Baca juga: Raksasa Properti China Gunakan Uang Pribadi Selamatkan Perusahaan dari Krisis

Menurut Valy kehadiran kereta api EMU ini akan turut membantu transportasi warga Laos yang secara geografis terisolir.

Dengan adanya kereta api ini, Valy memperikirakan akan banyak operator bisnis yang beralih ke ekspor produk dengan menggunakan kereta api.

Karena sangat efisien, transportasi dengan kereta akan memotong biaya transportasi dari Laos sebesar 30 sampai 40 persen dibandingkan dengan perjalanan melalui jalan darat.

"Kereta api akan menghasilkan pertumbuhan banyak industri seperti pariwisata, perdagangan dan investasi, terutama di industri pengolahan, dan itu akan banyak membantu pemulihan pasca-pandemi di Laos," kata Valy.

Kereta api ini merupakakn proyek docking antara Belt and Road Initiative yang diusulkan China dan strategi Laos untuk mengembangkan transportasi darat.

Kereta api penumpang dan kargo yang dialiri listrik dibangun dengan penerapan penuh manajemen dan standar teknis Tiongkok.

Pembangunan proyek ini dimulai pada bulan Desember 2016 dan dijadwalkan akan beroperasi pada bulan Desember 2021 mendatang. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Xinhuanet
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.