Penggunaan PLTS Atap di Segmen Rumah Tangga Baru Sebatas Gimmick

Kompas.com - 14/09/2021, 12:50 WIB
Ilustrasi panel surya atap. PIXABAY/ULRIKE LEONEIlustrasi panel surya atap.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menerapkan green energy melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di segmen rumah tangga.

Selain jumlah penduduknya yang besar, hampir setiap hari seluruh wilayahnya mendapatkan paparan cahaya matahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Potensi untuk menerapkan PLTS Atap sangat besar dan bisa menghasilkan energi yang juga besar, mengingat setiap hari berbagai wilayah di Indonesia itu mendapatkan paparan cahaya matahari," kata Bambang kepada Kompas.com, Selasa (14/09/2021).

Namun demikian, menurut Bambang, penerapan PLTS Atap untuk rumah sederhana terbilang cukup mahal dan tentu akan membebani konsumen yang mayoritas adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: Harus Nombok, REI Mengaku PLTS Atap Sulit Diterapkan di Rumah Subsidi

Bambang mengaku REI selama ini hanya menyediakan PLTS Atap untuk segmen rumah menengah dan menegah ke atas dengan harga rumah umumnya berkisar di atas Rp 1 miliar.

"PLTS Atap itu dipasang di rumah menengah ke atas yang seharga di atas Rp 1 miliar. Jadi kalau ditambahkan Rp 14 juta biaya penggunaan PLTS Atap ya anggap aja itu biaya promosi dan tidak jadi masalah," jelasnya.

Tak hanya itu, REI menyebut bahwa saat ini penyediaan PLTS Atap itu digunakan hanya sebatas gimmick.

Karenanya, kesadaran orang terhadap penggunaan energi terbarukan ini masih perlu ditingkatkan.

"Sejauh ini kalau boleh jujur, fasilitas PLTS Atap itu dipakai sebagai gimmick marketing saja. Karenanya kesadaran masyarakat terhadap green energy juga perlu ditingkatkan lagi," ujarnya.

Pemerintah juga perlu membuat formulasi kebijakan agar penerapan PLTS Atap dapat berjalan secara efektif tanpa harus membebani keuangan negara, pengembang dan juga masyarakat atau konsumen.

Selain itu, pemerintah juga harus memperjelas insentif apa saja yang akan diberikan pada konsumen yang menggunakan PLTS Atap dan seberapa besar penghematan pengeluaran biaya listrik yang akan didapatkan konsumen dalam menggunakan green energy dibandingkan menggunakan energi konvensional.

"Indonesia kan punya hubungan dengan berbagai negara, instansi di dunia terutama yang fokus terhadap energi terbarukan, nah itu bisa dikerjasamakan, misal dengan membuat pabrikan panel surya di dalam negeri atau dengan cara lainnya, jadi kan harga pemasangan PLTS Atap ini akan jadi lebih murah," tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.