Kompas.com - 10/07/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi cloud kitchen Savills IndonesiaIlustrasi cloud kitchen

JAKARTA, KOMPAS.com - Cloud kitchen merupakan konsep dapur yang produk makanannya dijual ke konsumen melalui jasa pesan antar.

Berdasarkan laporan yang dirilis Colliers Indonesia, pasar pengiriman makanan akan meningkat sekitar 42 persen selama periode 2019 hingga 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kehadiran cloud kitchen menggantikan dan menawarkan alternatif yang lebih murah bagi pengecer food and beverage (FnB) untuk berkembang lebih cepat dengan biaya lebih rendah.

Head of Retail Services Colliers Indonesia Sander Halsema.menjelaskan, peningkatan jumlah cloud kitchen telah menjadi saluran yang signifikan bagi peritel FnB untuk tumbuh di Indonesia.

Baca juga: Membaca Peta Persaingan Cloud Kitchen di Jakarta, Ini 7 Pemainnya

“Konsep ini sangat cocok digunakan khususnya bagi pelaku bisnis FnB lokal menengah hingga kecil yang belum memiliki gerai full service dalam jumlah banyak,” ujar Sander kepada Kompas.com, Jumat (09/07/2021).

Pembukaan cloud kitchen yang melibatkan lebih sedikit modal (manusia), bisa diadopsi oleh ritel di berbagai segmen untuk mempertahankan pasarnya atau memperluas ke area baru dengan biaya yang lebih rendah.

Colliers percaya ke depanya konsep cloud kitchen bisa diterapkan pada industri ritel lainnya terutama untuk produk convenience dan farmasi.

“Kami percaya ini juga merupakan konsep yang menarik untuk segmen lain dalam industri ritel. Jadi, kami tidak akan terkejut jika ritel membuka apa yang disebut 'Toko Gelap' murni untuk tujuan pengiriman,” tutur Sander.

Baca juga: Akibat Corona, Sewa Pusat Belanja di Jakarta Bakal Lebih Murah

Contoh ritel terkenal adalah Zapp yang dibuka di Inggris dan Belanda yang pada dasarnya adalah toko serba ada online.

Mereka tidak memiliki gerai resmi namun hanya terdapat tempat khusus tempat mereka mengemas barang kebutuhan sehari-hari yang dipesan secara online.

“Untuk jenis produk fashion dan hobi kami pikir ritel tak hanya bisa mengandalkan toko fisik atau website. Tapi juga bisa bermitra dengan platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Tokopedia atau Jd.id,” tuntas Sander.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.