Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Kompas.com - 10/05/2021, 06:00 WIB
Jembatan Benenai di Kabupaten Malaka yang rusak (kanan) dan jalan alternatif digunakan warga dan kendaraan roda dua (kiri). BPJN NTTJembatan Benenai di Kabupaten Malaka yang rusak (kanan) dan jalan alternatif digunakan warga dan kendaraan roda dua (kiri).

KUPANG, KOMPAS.com - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur (BPJN X) Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat memperbaiki dan membangun sejumlah infrastuktur di wilayah itu yang rusak akibat diterjang Badai Seroja.

Sejumlah jembatan dan jalan yang rusak tersebut berada di wilayah Satuan Kerja I dan II BPJN NTT.

Khusus untuk Satker Wilayah II, banyak jalan dan jembatan yang terdampak bencana seperti di Kabupaten Alor, Malaka, Belu dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Baca juga: Mana Jembatan Terpanjang di Indonesia, Suramadu atau Batam-Bintan?

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah II BPJN X NTT Himler Manurung mengatakan, penanganan darurat segera dilaksanakan, agar jalur perekonomian segera berfungsi.

Di Kabupaten Alor, terdapat tujuh jembatan rusak dan lima titik longsor yang berada di ruas jalan nasional.

Tujuh jembatan itu, yakni dua jembatan di ruas jalan Kalabahi-Kalabahi-Taramana dan lima jembatan dan lima titik longsor di ruas jalan Taramana-Lantoka-Taramana-Lantoka-Maritaing.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jembatan Benenai di Kabupaten Malaka yang rusak (kiri) pembangunan jembatan alternatif untuk warga dan kendaraan roda duaBPJN NTT Jembatan Benenai di Kabupaten Malaka yang rusak (kiri) pembangunan jembatan alternatif untuk warga dan kendaraan roda dua
"Jembatan dan titik longsor itu sudah ditangani dan telah fungsional, setelah dua minggu sejak terjadi bencana," kata Himler.

Setelah ruas jalan dan longsor bisa beroperasi fungsional, dilakukan penanganan permanen yang dilaksanakan oleh perusahaan BUMN PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dengan anggaran Rp 108 miliar.

Baca juga: Kementerian PUPR dan TNI AD Tuntaskan Pemasangan Jembatan Bailey di NTT

Anggaran sebesar itu, digunakan untuk penanganan di empat titik longsor dan lima jembatan di ruas jalan nasional.

Kemudian tiga jembatan di Kabupaten Alor dan satu jembatan di Kabupaten Lembata ditangani di ruas jalan non nasional.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X