Serah Terima Jalan Lingkar Brebes-Tegal 30 April 2021

Kompas.com - 06/02/2021, 14:07 WIB
Jalan Lingkar Brebes-Tegal. Dok. Kementerian PUPR.Jalan Lingkar Brebes-Tegal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Serah terima sementara pekerjaan atau provisional handover (PHO) konstruksi Jalan Lingkar Brebes-Tegal akan dilakukan pada 30 April 2021.

Hal ini menyusul progres fisik konstruksi jalan arteri tersebut telah mencapai 91 persen atau telah memasuki tahap penyelesaian.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai penanggungjawab untuk mempercepat penyelesaian itu.

Menurut dia, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan pengendara.

Kehadiran infrastruktur jalan dan jembatan juga bertujuan untuk memangkas biaya logistik agar daya saing produk Indonesia meningkat.

Baca juga: Sempat Mangkrak 8 Tahun, Jalan Lingkar Brebes-Tegal Kembali Dibangun

Untuk itu, penyelesaian pekerjaan ini harus dipercepat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar. Untuk itu pembangunannya terus dilanjutkan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19," ucap Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Sabtu (6/2/2021).

Jalan Lingkar Brebes-Tegal dibangun sepanjang 17,4 kilometer yang nantinya akan mendukung kelancaran arus lalu lintas di Brebes dan Tegal.

Perlu diketahui, kedua wilayah itu akan menjadi kawasan industri di jalur Pantai Utara (Pantura) Barat, Jawa Tengah.

Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 223 miliar yang dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Lingkup pekerjaan terbagi menjadi 4 zona yang dilaksanakan secara paralel, dimana zona I merupakan pekerjaan stressing dan pemasangan girder jembatan.

Kemudian, zona II merupakan persiapan kliring, zona III penimbunan tanah, dan zona IV penyediaan material tanah untuk pembangunan Jembatan Kemiri dan Kaligangsa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X