Jembatan Kali Tiabo Ambruk, Bailey Dipasang untuk Sementara

Kompas.com - 01/02/2021, 11:00 WIB
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat meninjau lokasi putusnya jembatan Kali Tiabo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Dok. Kementerian PUPR.Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat meninjau lokasi putusnya jembatan Kali Tiabo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga memasang Jembatan Bailey di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Pemasangan bailey dilakukan sebagai pengganti sementara Jembatan Kali Tiabo yang ambruk tergerus banjir pada Jumat (15/1/2021).

Ambruknya jembatan yang berada di Desa Ngidiho itu mengakibatkan akses antara Kecamatan Galela Utara dan Loloda Utara terputus.

Sebab, Jembatan Kali Tiabo merupakan satu-satunya akses menuju ke daerah itu.

Baca juga: Putus Diterjang Banjir, Perbaikan Jembatan Bailey Martapura Ditargetkan Tuntas 3 Hari

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo menginstruksikan agar segera dilakukan penanganan untuk mendukung konektivitas masyarakat dan wilayah terisolasi.

"Ini bukan solusi permanen, paling tidak bisa dilalui dulu. Kalau jembatan permanen sudah dikerjakan, akan dibongkar kembali (jembatan bailey)," kata Wempi dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (1/2/2021).

Sementara itu, Kepala BPJN Wilayah Maluku Utara Gunadi Antariksa mengatakan, rangkaian Jembatan Bailey yang disiapkan sebanyak 4 unit rangka baja.

Masing-masing rangka baja itu terdiri dari panjang 30 meter sebanyak 3 unit dan panjang 24 meter sebanyak 1 unit.

Baca juga: Indonesia Punya 12 Jembatan Cable Stayed Ikonik

Sementara untuk penanganan darurat pada 1 oprit jembatan yang tergerus banjir dilakukan pemasangan geobag sebagai pelindung sementara dari arus air sungai.

Kemudian, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Ditjen Sumber Daya Air juga akan melakukan penanganan pada Sungai Tiabo dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tohaki.

Misalnya, normalisasi alur sungai dan memperkuat tebing untuk melindungi luapan sungai masuk ke permukiman.

Adapun pekerjaan yang dilakukan berupa pemasangan geotekstil, galian pondasi, dan pemasangan bronjong.

Salah satu warga Kecamatan Loloda Jarnawi Dodungio berharap penanganan Jembatan Tiabo segera selesai untuk memudahkan aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Semenjak jembatan putus, kami jika ingin menjual hasil perkebunan menggunakan rakit," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X