Putus Diterjang Banjir, Perbaikan Jembatan Bailey Martapura Ditargetkan Tuntas 3 Hari

Kompas.com - 18/01/2021, 12:00 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan Jembatan Bailey untuk dipasang sebagai pengganti dari jembatan yang putus. Kementerian PUPRKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan Jembatan Bailey untuk dipasang sebagai pengganti dari jembatan yang putus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan terakhir mengakibatkan Sungai Salim yang merupakan anak Sungai Martapura meluap dan menggerus oprit jembatan hingga terputus, Kamis (14/1/2021).

Putusnya Jembatan Salim yang terletak di KM 55+500 Kota Martapura tersebut berdampak pada terhambatnya lalu lintas Jalan Nasional ruas Banjarmasin-Tanjung-Batas Kalimantan Timur.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun kemudian mengirimkan Jembatan Bailey untuk dipasang sebagai pengganti dari jembatan yang putus, agar lalu lintas jalan dapat beroperasi secara normal.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta perbaikan jembatan segera dilaksanakan dalam waktu tiga hari untuk mendukung konektivitas di Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca juga: Terdampak Banjir Paling Parah, Kantor Pertanahan Hulu Sungai Tengah Ditutup Sementara

"Ini bukan solusi permanen, tetapi paling tidak bisa dilalui dulu. Saya meminta Hari Rabu (20/1/2021) mendatang atau paling lambat Kamis sudah dapat dilalui," kata Basuki saat meninjau Jembatan Salim, Minggu (17/1/2021)

Pengiriman jembatan darurat ke lokasi Jembatan Salim dilakukan dengan mobilisasi bentang pertama Jembatan Bailey ke lokasi sepanjang 15 meter dan dilanjutkan dengan bentang lainnya.

Basuki berpesan untuk memproteksi oprit jembatan menggunakan geo bag (bukan sand bag) karena akan lebih berat.

Jembatan Sungai Salim dibangun pada tahun 1987 dan memiliki panjang bentang 14.6 meter dengan tipe Gelagar Beton Indonesia (GTI).

Sebelumnya, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III telah melakukan penanganan sementara untuk fungsional jalan agar tidak terputus.

Penanganan tersebut dengan memasang baja sheet pile untuk penyambung jalan ke jembatan serta pemasangan sandbag untuk proteksi oprit dan jalan di sekitar area aliran sungai.

Namun hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalsel selama beberapa hari terakhir mengakibatkan kerusakan pada oprit jembatan semakin parah.

Dampaknya arus lalu lintas Trans-Kalimantan, khususnya penghubung Kalsel dan Kaltim terputus.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X