Belum Capai Target, Program Sejuta Rumah Terus Berlanjut

Kompas.com - 08/01/2021, 12:17 WIB
Program sejuta rumah Kementerian PUPR Kementerian PUPRProgram sejuta rumah Kementerian PUPR

JAKARTA. KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan hingga akhir Desember 2020 capaian program pembangunan satu juta rumah mencapai 965.217 unit di seluruh Indonesia.

Ini artinya masih kurang 34.783 unit rumah lagi yang harus dikembangkan agar target Sejuta Rumah terealisasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Program Sejuta Rumah ini akan terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah layak huni.

"Kami berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR) melalui Program Sejuta Rumah," kata Basuki dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com,  Jumat (08/01/2021).

Baca juga: Target Meleset, Program Sejuta Rumah Baru Mencapai 856.758 Unit

Terlebih di tengah Pandemi Covid-19 ini, rumah menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus.

Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid merinci dari total capaian 965.217 unit rumah yang telah dibangun, terbagi menjadi dua kategori yaitu rumah MBR sebanyak 772.324 unit dan rumah untuk non-MBR 192.893 unit.

"Pembangunan rumah MBR yang dilaksanakan Kementerian PUPR terdiri dari rumah susun 787 unit, rumah khusus 1.575 unit, rumah swadaya 228.564 unit dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 59.057 unit. Sehingga total mencapai 289.983 unit rumah," kata Khalawi.

Pembangunan rumah MBR juga dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga lain yaitu sebanyak 51.136 unit, lalu Pemerintah Daerah 33.925 unit, pengembang 388.639 unit, Program Corporate Social Responsibility (CSR) 3.681 unit dan masyarakat 4.960 unit.

"Adapun untuk non-MBR dibangun oleh pengembang sebanyak 178.885 unit dan masyarakat 14.038 unit," imbuh Khalawi.

Khalawi berharap dengan terus berjalannya Program Sejuta Rumah dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

"Sektor properti dapat menjadi salah satu leading sector, karena multiplier effect-nya besar. Menggerakan lebih dari 140 industri seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya, sehingga memengaruhi produktivitas masyarakat," tutur Khalawi.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X