Kerja di Majalah Playboy, Soleh Solihun: Nyokap Gue Ikut Demo Menentang

Kompas.com - 29/10/2020, 17:41 WIB
Komedian Soleh Solihun disela wawancara promo film Mau Jadi Apa di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (22/11/2017). Film bergenre komedi yang mengangkat kisah Soleh Solihun sewaktu menjalani pendidikan di Fikom Universitas Padjajaran akan serentak tayang di jaringan bioskop pada 30 November 2017 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKomedian Soleh Solihun disela wawancara promo film Mau Jadi Apa di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (22/11/2017). Film bergenre komedi yang mengangkat kisah Soleh Solihun sewaktu menjalani pendidikan di Fikom Universitas Padjajaran akan serentak tayang di jaringan bioskop pada 30 November 2017 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain pernah bekerja sebagai wartawan musik di Rolling Stone, komika Soleh Solihun juga pernah mengadu nasib di Majalah Playboy.

Lewat acara Beginu Kompas TV, Soleh Solihun menceritakan awal dirinya meminta izin kepada orangtuanya untuk bekerja di sana.

"Nah itu waktu gue pindah dari Trax ke Playboy gue bilang sama orangtua gue dulu. 'Udah enggak kerja di Trax', 'kenapa?' ‘kita enggak suka sama manajemennya intinya, kita enggak ngerti ngelola majalah musik'. 'Terus mau ke mana?' ini mau bikin majalah baru namanya Playboy," kata Soleh dikutip Kompas.com, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Pernah Jadi Jurnalis Majalah Playboy, Soleh Solihun Dapat Penghargaan Adiwarta

Saat itu, Soleh menjelaskan kepada kedua orangtuanya mengenai pandangan terhadap Majalah Playboy.

"Bokap gue nanya gini, 'tapi itu bukan majalah telanjang?', 'enggak kok di Indonesia enggak telanjang, sama saja kayak majalah lain, masih pakai bikini'," ujar Soleh.

Menurut Soleh, sangatlah penting mendapat restu orangtua ketika bekerja, di mana pun itu.

Baca juga: Soleh Solihun Tak Pernah Berencana Jadi Stand Up Comedian

"Kan yang penting orangtua tahu gue kerja di Playboy dan mereka mengizinkan," ujar Soleh lagi.

Ia juga membagikan cerita ketika ibundanya pernah mengikuti demo menentang majalah Playboy.

Padahal dia sendiri bekerja di majalah tersebut.

Baca juga: Soleh Solihun Bangga Pernah Meraih Penghargaan Anugerah Adiwarta

"Walaupun nyokap gue yang ikut demo, nyokap gue laporan, waktu ada demo menentang Playboy, dia ikut," ucap Soleh.

Beruntungnya, itu tak menjadi masalah bagi Soleh dan juga keluarganya.

"Nyokap gue cerita, yang lain enggak tahu saja anaknya kerja di Playboy. Yang biasa aja. Dia tuh dari PKS belum gede. Dia cerita kalau abis demo PKS dia ketawa-tawa saja, ya sudah biarin aja. Tapi ya prinsip orangtua bahwa anaknya kerja di Playboy, ya mereka ikhlas," ucap Soleh.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X