Soleh Solihun Bangga Pernah Meraih Penghargaan Anugerah Adiwarta

Kompas.com - 28/10/2020, 21:12 WIB
Komika Soleh Solihun dalam acara syukuran film Generasi Z di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Komika Soleh Solihun dalam acara syukuran film Generasi Z di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum dikenal sebagai seorang stand up comedian, Soleh Solihun pernah bekerja sebagai wartawan di majalah Rolling Stone dan Playboy.

Popularitas Soleh Solihun sebagai seorang wartawan bahkan diapresiasi dengan penghargaan Adiwarta pada 2006.

Baca juga: Cara Pikir Andhika Pratama Berubah Setelah Bertemu Soleh Solihun

Anugerah Adiwarta memiliki arti tersendiri bagi Soleh Solihun.

"Anugerah Adiwarta itu ada dua artinya, yang pertama gue jadi merasa gue wartawan yang baik karena ada yang mengakui," kata Soleh Solihun dalam acara Beginu Kompas TV, Rabu (28/10/2020).

Arti kedua dari penghargaan itu adalah sebagai pembuktian Soleh bahwa majalah Playboy adalah sebuah karya jurnalistik.

Baca juga: Keseruan Andre Taulany Sidak Rumah Soleh Solihun

Saat pertama kali muncul di Indonesia, majalah Playboy menuai pro dan kontra dari masyarakat Indonesia.

Selain karena kontennya yang dianggap berbau pornografi, majalah Playboy juga dianggap bukan sebuah karya jurnalistik.

Padahal saat itu Playboy sudah mengantongi izin penerbitan dari Dewan Pers Indonesia sebagai sebuah media massa.

Baca juga: Ketika Soleh Solihun Heran Lihat Andre Taulany Selalu Oles Minyak Angin

"Ketika gue menang penghargaan, gue bisa bilang kepada orang-orang yang menyangsikan bahwa Playoy bukan produk jurnalistik (bahwa) ini tulisan wartawan Playboy," ucap Soleh.

Apalagi saat itu, Effendi Gazali termasuk dari Dewan Pers Indonesia yang menyangsikan Playboy sebagai sebuah media massa.

Soleh Solihun merasa bangga karena bisa memberikan bukti sahih bahwa tulisannya dihargai sebagai sebuah produk jurnalistik di Indonesia.

Baca juga: Sidak ke Rumah Soleh Solihun, Andre Taulany Kaget Ada Lapangan di Halaman Belakang

"Gue jadi berbangga atas nama organisasi juga," tutur Soleh.

Sayangnya, majalah Playboy pun tak bertahan lama di Indonesia.

Soleh Solihun akhirnya menemukan profesi baru di bidang stand up comedy dan menjadi seorang presenter atau MC.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X