Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/10/2023, 20:41 WIB
Anggita Budi Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Living Etc

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkebun sayur adalah kegiatan yang menyenangkan dan memiliki manfaat, seperti menghasilkan sayuran yang lebih segar dan sehat untuk dikonsumsi dan menghemat pengeluaran. 

Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat berkebun sayur, yang menyebabkan tanaman sayur tidak tumbuh subur, bahkan mati. 

Baca juga: 6 Kesalahan Menanam Tanaman Sayur yang Sering Dilakukan

Kesalahan-kesalahan ini meliputi lupa menyiram tanaman menanam tanaman di tempat yang salah. Untuk dmencegahnya, perlu mengetahuinya secara lebih mendalam terlebih dahulu.

Dikutip dari Living Etc, Senin (30/10/2023), berikut lima kesalahan yang dilakukan saat berkebun sayur.

Kegagalan mempersiapkan tanah

Ilustrasi menyiram tanaman sayur.Shutterstock/alexkich Ilustrasi menyiram tanaman sayur.
Persiapan tanah adalah salah satu langkah terpenting dalam berkebun sayur. Tanah yang sehat adalah kunci  pertumbuhan tanaman sayur yang baik.

Jika tanah tidak subur atau terlalu padat, hal ini akan menyulitkan tanaman sayur tumbuh baik. Tanah yang subur memiliki tekstur gembur dan kaya akan nutrisi.

Tanah gembur ini membuat air dan udara mudah mengalir, hal penting untuk pertumbuhan akar tanaman sayur. Tanah yang kaya nutrisi menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk tanaman sayur untuk tumbuh dan berkembang. 

Baca juga: 6 Tanaman Sayur yang Dapat Ditanam di Tempat Teduh Sebagian

Pupuk yang buruk

Selanjutnya, kesalahan yang dilakukan saat berkebun sayur adalah menggunakan pupuk yang buruk. Pupuk adalah salah satu faktor penting untuk pertumbuhan tanaman sayur yang sehat.

Tanaman membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang serta pupuk menyediakan nutrisi tambahan yang tidak selalu tersedia dalam tanah.

Pupuk organik adalah pilihan baik untuk kebun sayur karena lebih ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya, serta membantu meningkatkan kualitas tanah.

Pupuk anorganik juga pilihan baik untuk tanaman sayur karena lebih cepat diserap tanaman daripada pupuk organik sehingga pupuk ini cocok untuk tanaman yang membutuhkan nutrisi cepat. 

Baca juga: 6 Tanaman Sayur yang Tumbuh Subur di Dalam Ruangan, Bisa Panen Terus

Menanam sayur terlalu banyak dan berdekatan

Ilustrasi berkebun sayuran.Shutterstock/AHatmaker Ilustrasi berkebun sayuran.
Penting memperhatikan ukuran kebun agar dapat disesuaikan dengan banyaknya sayuran yang ditanam. 

Kesalahan yang dilakukan saat berkebun sayur, terutama pemula sering kali menanam sayuran terlalu banyak secara berdekatan sehingga tanaman bersaing mendapatkan sinar matahari, air, dan nutrisi tanah.

Tentu saja, hal ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman sayur. Cobalah mengikuti pedoman jarak tanam untuk setiap sayuran guna membantu mengontrol jarak tanam. 

Baca juga: 6 Cara Menanam Tanaman Sayur di Kebun agar Tumbuh Subur

Penyiraman yang tidak teratur

Penyiraman yang tidak teratur juga menjadi kesalahan yang dilakukan saat berkebun sayur. Kesalahan ini menyebabkan tanaman mengalami stres dan mempengaruhi pertumbuhannya.

Jika jarang menyiram tanaman sayur, hal ini dapat menyebabkan tanaman layu dan mati. Penyiraman yang tidak konsisten juga dapat menyebabkan tanaman mengalami stres karena tanaman tidak tahu berapa banyak air yang mereka terima. 

Baca juga: 7 Kesalahan Menyiram Tanaman Sayur yang Harus Dihindari

Menanam sayur di tempat terlalu teduh

Terakhir, kesalahan yang dilakukan saat berkebun sayur adalah menanam sayuran di tempat terlalu teduh. Tanaman sayur membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis, yaitu proses menghasilkan makanan untuk tanaman.

Tanpa sinar matahari yang cukup, tanaman sayur akan tumbuh menjadi lemah dan kurang produktif. Gejala yang sering ditunjukkan tanaman sayur jika mengalami masalah, seperti daun menjadi kekuningan atau pucat, sayuran berukuran kecil dan kurang matang, serta tanaman sayur menjadi rentan terhadap penyakit dan hama.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

5 Manfaat Cuka untuk Kebun dan Tanaman

5 Manfaat Cuka untuk Kebun dan Tanaman

Pets & Garden
Cara Mencuci Keset Kamar Mandi dengan Mesin Cuci

Cara Mencuci Keset Kamar Mandi dengan Mesin Cuci

Do it your self
4 Kesalahan yang Sering Dilakukan dengan Laundry Pods

4 Kesalahan yang Sering Dilakukan dengan Laundry Pods

Housing
7 Permukaan dan Barang yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Pemutih

7 Permukaan dan Barang yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Pemutih

Housing
6 Tanaman Feng Shui yang Dapat Menghadirkan Kekayaan di Rumah

6 Tanaman Feng Shui yang Dapat Menghadirkan Kekayaan di Rumah

Pets & Garden
6 Penyebab Laba-Laba Muncul di Rumah dan Cara Mencegahnya

6 Penyebab Laba-Laba Muncul di Rumah dan Cara Mencegahnya

Housing
Memasang TV di Kamar Tidur, Boleh atau Tidak?

Memasang TV di Kamar Tidur, Boleh atau Tidak?

Home Appliances
Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas dan Freezer agar Tahan Lama

Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas dan Freezer agar Tahan Lama

Home Appliances
10 Cara Menurunkan Kelembapan di Rumah

10 Cara Menurunkan Kelembapan di Rumah

Housing
Cara Mencuci Sepatu dengan Mesin Cuci

Cara Mencuci Sepatu dengan Mesin Cuci

Do it your self
8 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Laci Oven

8 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Laci Oven

Home Appliances
Cara Membersihkan Cincin Karet Mesin Cuci

Cara Membersihkan Cincin Karet Mesin Cuci

Home Appliances
6 Cara Meningkatkan Tampilan Lemari Dapur dengan Biaya Minim

6 Cara Meningkatkan Tampilan Lemari Dapur dengan Biaya Minim

Decor
7 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur di Kamar Mandi

7 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur di Kamar Mandi

Pets & Garden
5 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Oven Pemanggang Roti

5 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Oven Pemanggang Roti

Home Appliances
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com