Kompas.com - 27/10/2021, 20:55 WIB
Ilustrasi perumahan. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).Ilustrasi perumahan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor properti atau perumahan diyakini akan menjadi andalan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, di samping sektor perbankan. Ini seiring dengan kinerja kedua sektor tersebut yang mulai membaik sejak awal tahun.

Ada beberapa langkah dukungan pemerintah guna mendorong pertumbuhan perumahan, antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain itu, pemerintah juga telah memperluas akses bagi masyarakat untuk kepemilikan rumah, yaitu dengan mengeluarkan pajak intensif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).

Baca juga: Pengembang Perumahan Ini Dapat Kredit Rp 2 Triliun dari BTN

Adapun pada tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembiayaan perumahan rakyat melalui skema FLPP sebesar Rp 23 triliun atau 200.000 unit.

“Langkah strategis dari sisi supply, Kementrian PUPR meberi tugas khusus kepada Perum Perumnas untuk mempercepat penyediaan perumahan layak huni dengan harga terjangkau,” ungkap Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR dalam Webinar Banking & Property Outlook 2022: Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pascapandemi, Rabu (27/10/2021).

Pemerintah, imbuh Herry, juga mendorong pembangunan hunian vertikal dengan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan perkotaan, meningkatkan ketersediaan land bank, dan pemberikan kredit konstruksi perumahan oleh PT Sarana Multi Finansial (SMF).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Herry, pemerintah menargetkan peningkatan keluarga dengan rumah layak huni sebesar 70 persen dari semula hanya 56 persen atau ekuivalen 11 juta keluarga dalam Program Sejuta Rumah, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015.

Baca juga: Tahun Depan, Persetujuan Kredit Perumahan BTN Bisa Lebih Mudah

Pada periode 2015 hingga 2019 pemerintah telah membangun 41,7 juta unit dan tahun 2020 sebanyak 960.000 unit.

“Adapun pencapaian hingga September 2021 sebanyak 763 unit. Jumlah ini mengalami sedikit penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, industri properti diprediksi akan tetap tumbuh pada tahun 2022, didorong sentimen positif seperti suksesnya program vaksinasi Covid-19 yang akan memicu pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.