Kompas.com - 15/04/2021, 07:26 WIB
Ilustrasi merawat tanaman hias di balkon. SHUTTERSTOCK/MAKISTOCKIlustrasi merawat tanaman hias di balkon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda saat hujan turun, tanaman tidak menerima banyak nutrisi ketika cuaca sedang panas. Untuk menghadapi cuaca panas, ada banyak cara berbeda dalam menjaga tanaman tetap terhidrasi tanpa membuang air.

Dilansir dari Better Homes & Gardens, Kamis (15/4/2021), memilih tanaman yang tahan kekeringan menjadi salah satu cara untuk menggunakan lebih sedikit air dalam penyiramannya.

Tetapi beberapa penyesuaian sederhana juga akan membantu memaksimalkan curah hujan yang Anda dapatkan, dan mengurangi penyiraman tanaman tersebut.

 

Baca juga: Tanaman Hias Indoor Harus Diberi Pupuk, Ini Panduannya

Lantas, cara apa saja yang dapat dilakukan dalam merawat tanaman saat musim panas agar lebih menghemat air juga? Berikut ulasannya. 

Kurangi perawatan taman

Selama musim kering, kurangi pemupukan. Dalam kondisi kering, garam pupuk dapat mengeringkan akar tanaman.

Selain itu, tanaman tidak membutuhkan rangsangan ekstra untuk menghasilkan pertumbuhan yang membutuhkan lebih banyak air.

Untuk halaman rumput Anda, pastikan Anda memotong ke ketinggian terbaik untuk jenis rumput Anda. Untuk kebanyakan varietas, tingginya antara 2 dan 4 inci.

 

Baca juga: Udara di Dalam Rumah Kering? Letakkan 5 Tanaman Hias Ini

Memotong terlalu pendek membuat rumput lebih sulit menyerap sinar matahari yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dan memperkuat akarnya, jadi daripada menghemat air, rumput malah bisa merusak atau membunuh rumput Anda.

Gunakan batu

Batuan yang ditempatkan secara strategis terlihat bagus dan membantu mengarahkan air, memperlambatnya sehingga meresap ke dalam tanah dan lebih tersedia untuk tanaman. Seiring waktu, instalasi batu akan menangkap sejumlah kecil tanah dan bahan organik serta menciptakan relung bagi tanaman untuk tumbuh.

Perhatikan ke mana air mengalir saat hujan, dan tempatkan tonjolan kecil bebatuan dengan berbagai ukuran di jalurnya. Kubur hingga sepertiga permukaan bebatuan untuk tampilan yang lebih alami.

Gunakan grey water

Grey water adalah limbah air rumah tangga non kakus yang berasal dari aktifitas memasak, kamar mandi, dan lain-lain.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X