Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kanselir Jerman Olaf Scholz Buka Akun TikTok, Berjanji Tak Akan Joget

Kompas.com - 09/04/2024, 13:08 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

BERLIN, KOMPAS.com - Kanselir Jerman Olaf Scholz membuka akun TikTok dan berjanji tidak akan terlihat menari di platform media sosial yang populer di kalangan anak muda tersebut.

"Saluran resmi pemerintah terbaru ini meningkatkan tawaran informasi kepada warga, yang semakin banyak mendapatkan informasi dan mendiskusikan politik di TikTok”, kata juru bicara Scholz, Steffen Hebestreit, dilansir dari Guardian.

"Akun tersebut akan menawarkan pandangan di balik layar kehidupan sehari-hari pemerintahan," tambahnya.

Baca juga: TikTok Larang Influencer Australia Promosikan Produk Kantong Nikotin

Dikenal karena gaya kepemimpinannya yang bijaksana, Scholz sendiri meremehkan penjangkauan baru ini, di saluran media sosial lain.

"Saya tidak akan menari. Dijanjikan,” kata Scholz di X.

Dimulai dengan melodi yang menggoda, video TikTok pertamanya memberikan tur ke kantornya sebelum menunjukkan Scholz di mejanya.

Scholz menjadi pemimpin Barat terbaru yang bergabung dengan platform media sosial milik China tersebut, meskipun terdapat kekhawatiran keamanan yang luas dan kekhawatiran atas disinformasi.

Joe Biden membuka Tiktok pada bulan Februari, saat menjelang pemilihan presiden AS tahun ini, dalam upaya untuk menjangkau pemilih muda.

Namun, kehadiran Biden di saluran tersebut tidak menghalanginya untuk menyampaikan kekhawatiran tentang kepemilikan platform tersebut kepada pemimpin China, Xi Jinping, selama panggilan telepon bulan ini.

Hebestreit mengatakan bahwa amat kebetulan pembukaan akun TikTok tersebut terjadi beberapa hari sebelum kunjungan Scholz ke China akhir pekan ini.

 Baca juga: Alasan Kenapa AS Ingin Larang TikTok

Dia juga mengatakan kantor Scholz telah meluangkan waktu untuk mengevaluasi platform tersebut sebelum mendaftar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Global
Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Global
Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Global
Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Global
Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Global
Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Global
[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

Global
 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com