Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terungkap Tujuan Israel Tarik Pasukan dari Khan Younis, Ternyata Bersiap Tempur di Rafah

Kompas.com - 08/04/2024, 05:04 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Maksud Israel menarik pasukan dari Kota Khan Younis di Gaza selatan terungkap.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada Minggu (7/4/2023) mengakui, pasukannya meninggalkan Khan Younis setelah berbulan-bulan bertempur di sana untuk mempersiapkan operasi militer di titik paling selatan Gaza, yakni Kota Rafah.

"Untuk mempersiapkan misi di masa depan, termasuk... di Rafah," kata dia, sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca juga: PBB: Ini Dampak Invasi Israel di Rafah bagi Warga Sipil

Sejumlah pemimpin negara sebelumnya telah menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya invasi Israel ke Kota Rafah, yang terletak di dekat perbatasan Mesir.

Sebab, di sana telah menjadi tempat berlindung atau mengungsi sebagian besar penduduk Gaza akibat serangan Israel.

Serangan darat ke Rafah dikhawatirkan akan menimbulkan begitu banyak korban jiwa dari warga sipil. Nyatanya, kekhawatiran itu juga datang dari sekutu terdekat Israel, yakni Amerika Serikat (AS).

Namun, Kepala Staf Militer Israel, Herzi Halevi, menegaskan bahwa perang di Gaza masih akan terus berlanjut dan pihaknya masih jauh dari berhenti.

"Ini adalah perang yang panjang, dengan intensitas yang berbeda-beda," jelas dia.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu juga menekankan bahwa tidak akan ada gencatan senjata tanpa kembalinya para sandera.

Pada hari ketika pembicaraan menuju kesepakatan gencatan senjata akan dilanjutkan di Kairo, ia mengeklaim Israel tinggal selangkah lagi menuju kemenangan.

Baca juga: AS Khawatirkan Serangan di Rafah, Israel Bakal Mempertimbangkannya

"Israel siap untuk sebuah kesepakatan. Israel tidak siap untuk menyerah," kata Netanyahu kepada kabinetnya dalam sebuah pidato untuk memperingati enam bulan perang Israel-Hamas.

Sementara itu, AFP melaporkan, setelah pasukan Israel meninggalkan daerah-daerah di dalam dan sekitar kota Khan Younis yang sebagian besar sudah hancur, arus pengungsi Palestina berjalan ke sana.

Warga berharap untuk bisa kembali ke rumah masing-masing dari tempat penampungan sementara di Rafah.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Kini, Nyawa PM Slovakia Tak Lagi dalam Bahaya

Kini, Nyawa PM Slovakia Tak Lagi dalam Bahaya

Global
Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Global
Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Global
Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Global
Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Global
Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Global
Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Global
Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Global
Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Global
Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Global
Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Global
Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Global
Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Global
[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

Global
SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com