Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Ini, Israel Tarik Seluruh Pasukannya dari Gaza Selatan

Kompas.com - 07/04/2024, 20:08 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Pada hari Minggu (7/4/2024) ini, Israel menarik seluruh pasukannya keluar dari Gaza selatan, termasuk dari kota Khan Younis.

Namun militer Israel menyatakan bahwa kekuatan besar masih akan terus beroperasi di seluruh Jalur Gaza yang terkepung.

"Divisi komando ke-98 telah menyelesaikan misinya di Khan Younis," kata militer dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

Baca juga: Kapal AL Inggris Dikerahkan untuk Salurkan Bantuan ke Gaza

Divisi tersebut meninggalkan Jalur Gaza untuk memulihkan diri dan mempersiapkan operasi di masa depan.

"Kekuatan signifikan yang dipimpin oleh divisi 162 dan brigade Nahal terus beroperasi di Jalur Gaza dan akan menjaga kebebasan bertindak IDF dan kemampuannya untuk melakukan operasi berbasis intelijen yang tepat," terang pernyataan itu.

Sementara menurut surat kabar Israel, Haaretz menjelaskan bahwa penarikan itu bersifat taktis.

Seorang pejabat militer mengatakan kepada harian berhaluan kiri itu bahwa piaknya tidak perlu tetap berada di sektor ini tanpa kebutuhan atau sebuah operasi.

"Divisi ke-98 membongkar brigade Khan Younis Hamas dan membunuh ribuan anggotanya. Kami melakukan segala yang kami bisa di sana," jelasnya.

Warga Palestina yang mengungsi dari Khan Younis sekarang mungkin dapat kembali ke rumah mereka setelah berlindung di kota Rafah di bagian selatan, Haaretz melaporkan kata pejabat tersebut.

"Namun, tentara akan terus beroperasi di sana sesuai kebutuhan operasional," kata pejabat itu kepada Haaretz.

Diketahui, Khan Younis yang dulunya berpenduduk padat telah menjadi lokasi pertempuran sengit selama berbulan-bulan, dengan pemboman yang tiada henti membuat sebagian besar kota menjadi puing-puing.

Meski mendapat kecaman internasional, pemerintah Israel berjanji melancarkan serangan darat di sekitar kota tetangganya yakni Rafah, tempat lebih dari 1,5 juta warga Gaza mengungsi.

Sebelumnya, perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang mengakibatkan kematian 1.170 warga Israel dan warga asing.

Baca juga: Seperti Ini Suasana Ramadhan di Gaza, Budaya Al-Musaharati Masih Dijalankan

Sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Sementara itu, 33.175 orang telah terbunuh di wilayah Palestina dalam kampanye pembalasan Israel, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

Global
Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Global
Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Global
Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Global
Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Global
Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Global
Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Global
Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Global
Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Global
[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

Global
 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com