Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria di New York Tewas, Didorong ke Rel Kereta Bawah Tanah Tanpa Alasan

Kompas.com - 27/03/2024, 14:47 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

EAST HARLEM, KOMPAS.com - Seorang pria di Negara Bagian New York, Amerika Serikat (AS), tewas setelah didorong ke jalur kereta bawah tanah tanpa alasan.

Polisi mengatakan, korban yang belum diidentifikasi ini didorong ke rel ketika kereta No. 4 melaju ke arahnya pada Senin (25/3/2024) malam di East Harlem.

Petugas kemudian menangkap dan mendakwa pelaku yang merupakan pria berusia 24 tahun bernama Carlton McPherson.

Baca juga: Penumpang Kereta Bawah Tanah New York Lampaui 1 Miliar, Pertama Kali sejak Pandemi

Menurut laporan media lokal, dia memiliki riwayat penyakit mental sejak lama.

Kantor berita AFP melaporkan, dalam beberapa bulan terakhir terjadi sejumlah penembakan mematikan serta insiden yang melibatkan pisau dan penumpang didorong ke rel di New York.

“Penyelidikan awal menetapkan bahwa korban didorong ke rel ketika kereta memasuki stasiun dalam serangan yang tidak beralasan,” kata polisi.

Pada awal Maret 2024, Gubernur New York Kathy Hochul mengerahkan 750 tentara Garda Nasional untuk memantau dan melindungi lebih dari 400 stasiun kereta bawah tanah di jaringan transportasi kota yang luas itu.

Baca juga:

New York, negara bagian dengan kesenjangan sosial ekonomi yang parah, mengalami peningkatan kejahatan secara tajam selama pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021, tetapi statistiknya terus membaik sejak saat itu.

Meskipun demikian, kejahatan besar meningkat hampir 50 persen di jaringan kereta bawah tanah pada Januari 2024 dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Baca juga: Detik-detik Penembakan di Kereta Bawah Tanah New York: Pelaku Gunakan Masker Gas, Ledakan Bom Asap, Tembak Belasan Orang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Global
Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Global
Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Global
Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Global
 Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Global
Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Global
WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

Global
Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Global
Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Global
Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Global
Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Internasional
Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Global
Bagaimana Rencana 'The Day After' Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Bagaimana Rencana "The Day After" Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Internasional
Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Global
Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis 'Habisi Mereka' di Rudal Israel...

Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis "Habisi Mereka" di Rudal Israel...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com