BEIJING, KOMPAS.com - Respons buruk film Disney's "The Little Mermaid" di box office China telah membuka kembali pertanyaan tentang meningkatnya kesulitan Hollywood di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu serta efek rasisme dalam film tersebut.
Remake live action itu hanya meraup 3,6 juta dollar AS sejak dirilis di bioskop China pada 26 Mei, menurut Box Office Mojo.
Film yang dibintangi oleh Halle Bailey sebagai putri duyung Ariel, hadir saat Hollywood mencoba untuk kembali ke pasar yang semakin didominasi oleh produksi dalam negeri.
Baca juga: China Bantah Operasikan Kantor Polisi Rahasia di Inggris
Otoritas China sendiri telah menunjukkan keengganan untuk menyetujui film barat untuk dirilis.
Beberapa menyalahkan rasisme atas kegagalan tersebut. Reaksi rasial di barat mengikuti pengumuman pada tahun 2019 bahwa Bailey, seorang aktor Afrika-Amerika, akan mengambil peran utama Ariel.
Tabloid media pemerintah China, Global Times, yang dikenal mengipasi api perang budaya barat, juga menerbitkan sebuah artikel yang menuduh Disney memaksa masuknya minoritas dan dan tidak bertanggung jawab.
Film itu hanya memiliki 2,5 bintang di Douban, situs ulasan China yang populer.
IMDb, sebuah situs review Amerika, pekan lalu mengeklaim film tersebut telah menjadi sasaran dari orang-orang yang mencoba menurunkan rating film tersebut.
Tetapi banyak ulasan negatif Douban yang mengkritik plot dan eksekusi film tersebut, daripada casting Bailey secara khusus.
Dan di Hong Kong, film tersebut menghasilkan sekitar 634.000 dollar AS pada pembukaan, menjadikannya film dengan kinerja terbaik kedua akhir pekan itu, menurut Box Office Mojo.
Baca juga: Panel Senat AS Setuju Cabut Status China sebagai Negara Berkembang
Chris Fenton, penulis Feeding the Dragon, sebuah buku tentang China dan Hollywood, mengatakan kesulitan film di China mencerminkan tantangan yang lebih luas bagi Disney.
"Hollywood telah kehilangan pangsa pasar yang besar dalam dekade terakhir, tetapi Disney, khususnya, telah menghadapi beberapa tantangan berat dari Beijing dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Upaya Bob Iger, kepala eksekutif Disney, untuk merayu Beijing sambil menenangkan anggota parlemen AS, masih berjalan.
Iger kembali memimpin Disney pada November, kurang dari setahun setelah mengundurkan diri sebagai CEO.
Dia dipuji karena meningkatkan hubungan perusahaan dengan pemerintah China, menegosiasikan pembukaan taman hiburan di Shanghai dan Hong Kong.
Baca juga: China Berencana Atur Layanan Berbagi File seperti Bluetooth dan Airdrop
Beberapa hari setelah Iger kembali ke Disney, "Avatar: The Way of the Water" disetujui untuk dirilis di China.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.