Kompas.com - 07/10/2022, 12:31 WIB

NA KLANG, KOMPAS.com – Tragedi penembakan massal di Thailand menyisakan kepedihan yang mendalam bagi rakyat “Negeri Gajah Putih”.

Sedikitnya 36 orang tewas dalam tragedi tragis di pusat penitipan anak di timur laut Thailand tersebut. Dari jumlah korban tewas, 22 di antaranya adalah anak-anak.

Mereka dibunuh oleh seorang mantan polisi bernama Panya Khamrapm pada Kamis (6/10/2022), sebagaimana dilansir Reuters. Dia bersenjatakan senjata api dan pisau.

Baca juga: Cerita Guru tentang Detik-detik Penembakan Massal di Penitipan Anak Thailand...

Sejumlah saksi mata mengatakan, Panya Khamrapm menyerbu pusat penitipan anak dan mulai menembak dan menikam mereka yang ada di dalamnya.

Panya Khamrapm dipecat dari kepolisian tahun lalu karena terkait kasus narkoba. Dia menghadiri persidangan atas tuduhan narkotika beberapa saat sebelum menyerang pusat penitipan anak.

Setelah menyerang, Panya Khamrapm kembali ke rumah lalu membunuh istri dan anaknya kemudian bunuh diri dengan pistolnya, kata polisi.

Pemimpin tim penyelamat yang pertama tiba di lokasi kejadian, Piyalak Kingkaew, mengaku ngeri saat melihat jenazah para korban.

Baca juga: Penembakan Thailand Tewaskan 37 Orang, Termasuk Istri dan Anak Pelaku

“Tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Ini pemandangan yang tidak ingin dilihat siapa pun. Ini mengerikan,” kata Piyalak.

Timnya berbagi gambar dengan Reuters dari tempat pembantaian di pusat penitipan anak. 

“Kami terbiasa melihat banyak jenazah, kami pernah mengalaminya, tapi kejadian ini yang paling mengerikan,” tambah Piyalak.

Baca juga: Penembakan Massal Thailand: Korban Paling Muda Balita 2 Tahun, Pelaku Mantan Polisi Terjerat Kasus Narkoba

“Mereka adalah anak-anak kecil yang masih tidur,” sambung Piyalak.

Wakil Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengunjungi lokasi kejadian saat para jenazah korban dipindahkan.

“Semua orang Thailand, dan semua orang di seluruh dunia yang tahu tentang ini akan merasa sangat tertekan dan sedih,” kata Anutin.

Baca juga: Mantan Polisi Tembaki Penitipan Anak di Thailand, 31 Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Terkait dengan Dinas Intelijen Israel, Empat Orang Dieksekusi oleh Pemerintah Iran

Dituduh Terkait dengan Dinas Intelijen Israel, Empat Orang Dieksekusi oleh Pemerintah Iran

Global
AS Masukan Tentara Bayaran Wagner Rusia ke Daftar Hitam Penganiayaan Agama

AS Masukan Tentara Bayaran Wagner Rusia ke Daftar Hitam Penganiayaan Agama

Global
Ledakan Guncang Dua Lapangan Terbang Militer Rusia, Ratusan Kilometer dari Perbatasan Ukraina

Ledakan Guncang Dua Lapangan Terbang Militer Rusia, Ratusan Kilometer dari Perbatasan Ukraina

Global
Pesawat Tempur Israel Serang Jalur Gaza, Uni Eropa Tuntut Pertanggungjawaban

Pesawat Tempur Israel Serang Jalur Gaza, Uni Eropa Tuntut Pertanggungjawaban

Global
Buckingham Modifikasi Mahkota Berusia Ratusan Tahun untuk Penobatan Raja Charles

Buckingham Modifikasi Mahkota Berusia Ratusan Tahun untuk Penobatan Raja Charles

Global
Terkena Serangan Siber, RS di Paris Terpaksa Batalkan Operasi Pasien

Terkena Serangan Siber, RS di Paris Terpaksa Batalkan Operasi Pasien

Global
Diduga Ada Bom dalam Pesawat, Penerbangan dari Polandia ke Inggris Mendarat di Ceko

Diduga Ada Bom dalam Pesawat, Penerbangan dari Polandia ke Inggris Mendarat di Ceko

Global
2.500 Anjing Laut Ditemukan Mati di Sepanjang Pantai Laut Kaspia

2.500 Anjing Laut Ditemukan Mati di Sepanjang Pantai Laut Kaspia

Global
Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat

Global
Pembatasan Harga Minyak Rusia Berlaku, Apa Dampaknya?

Pembatasan Harga Minyak Rusia Berlaku, Apa Dampaknya?

Global
Diajak Sang Ayah Ikut Memancing di Sungai, Bocah 1 Tahun Dimakan Buaya

Diajak Sang Ayah Ikut Memancing di Sungai, Bocah 1 Tahun Dimakan Buaya

Global
G7 Mulai Berlakukan Batas Harga Minyak Rusia

G7 Mulai Berlakukan Batas Harga Minyak Rusia

Global
Australia Tawarkan Hadiah Rp 10,5 Miliar bagi Pemberi Informasi Pengeboman Konsulat Israel

Australia Tawarkan Hadiah Rp 10,5 Miliar bagi Pemberi Informasi Pengeboman Konsulat Israel

Global
Demi Keluarga, Pekerja Ini Rela Santap Nasi Garam, Makan Malam Hanya Timun

Demi Keluarga, Pekerja Ini Rela Santap Nasi Garam, Makan Malam Hanya Timun

Global
Beijing Diguncang Isu Pencabutan Kebijakan Nol Covid-19

Beijing Diguncang Isu Pencabutan Kebijakan Nol Covid-19

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.