Kompas.com - 01/10/2022, 18:31 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Duke of Norfolk yaitu Edward Fitzalan-Howard, bangsawan Inggris yang menjadi penyelenggara pemakaman Ratu Elizabeth II, dicabut SIM-nya karena melanggar aturan lalu lintas.

SIM-nya dicabut pada Senin (26/9/2022) meskipun dia berargumen butuh berkendara dengan mobilnya untuk mengatur penobatan Raja Charles III.

Lisensi mengemudi Edward Fitzalan-Howard dicabut selama enam bulan setelah mengaku bersalah di pengadilan London, karena menggunakan ponsel saat berkendara dan menerobos lampu merah saat mengendarai BMW-nya pada 7 April.

Baca juga: Penyebab Ratu Elizabeth II Meninggal Terungkap dalam Sertifikat Kematian

Duke berpangkat tertinggi di Inggris yang juga memegang gelar Earl Marshal itu sebelumnya melakukan dua pelanggaran kecepatan pada 2019.

Natasha Dardashti, pengacara Duke berusia 65 tahun tersebut, meminta hakim tidak mencabut SIM kliennya karena akan bertugas mengatur penobatan Raja Charles III tahun depan.

"Ini adalah situasi yang sangat aneh, di mana Yang Mulia, Duke of Norfolk ... sekarang menjadi orang di negara yang bertanggung jawab atas penobatan Yang Mulia Raja Charles III," katanya dikutip dari kantor berita AFP.

Pengacara kemudian mengajukan sidang tertutup untuk mendengar rincian argumen karena potensi masalah keamanan nasional.

"Mengingat ini adalah situasi yang aneh, dan Yang Mulia berperan sangat, sangat khusus dan penting dalam penobatan nasional raja baru ini, saya akan meminta pengadilan duduk di depan kamera," kata Dardashti.

Baca juga:

Namun, majelis hakim menolak permohonan bahwa Edward Fitzalan-Howard akan mengalami kesulitan yang luar biasa jika dilarang berkendara.

"Kami menerima bahwa ini adalah kasus yang unik karena peran terdakwa dalam masyarakat dan khususnya dalam kaitannya dengan penobatan raja," kata ketua pengadilan, Judith Wray.

"Kesulitan harus luar biasa dan meskipun kami menemukan ketidaknyamanan mungkin terjadi, kami tidak menemukan kesulitan yang luar biasa."

Fitzalan-Howard bertanggung jawab mengurusi 2.000 orang, termasuk para pemimpin dunia dan bangsawan asing, di Westminster Abbey, London, saat pemakaman Ratu Elizabeth II. Ia sudah berpengalaman selama 20 tahun.

Baca juga: Alasan Kenapa Pangeran Harry Tidak Hormat ke Peti Mati Ratu Elizabeth II

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Beri Penghormatan Terakhir untuk Jiang Zemin, Sirine Berkumandang di Seluruh Negeri

China Beri Penghormatan Terakhir untuk Jiang Zemin, Sirine Berkumandang di Seluruh Negeri

Global
5 Perbedaan Uni Emirat Arab dengan Arab Saudi

5 Perbedaan Uni Emirat Arab dengan Arab Saudi

Global
Rusia Kerahkan Sistem Rudal Pertahanan di Kepulauan Kuril Dekat Jepang

Rusia Kerahkan Sistem Rudal Pertahanan di Kepulauan Kuril Dekat Jepang

Global
Mengapa Negara di Eropa Memiliki Angka Kelahiran Rendah?

Mengapa Negara di Eropa Memiliki Angka Kelahiran Rendah?

Global
Hacker China Curi Dana Bantuan Covid-19 AS hingga Jutaan Dollar

Hacker China Curi Dana Bantuan Covid-19 AS hingga Jutaan Dollar

Global
Piala Dunia 2022: Benarkah Sepak Bola Jerman Sudah Akui LGBTQ?

Piala Dunia 2022: Benarkah Sepak Bola Jerman Sudah Akui LGBTQ?

Global
Suku Cadang Buatan Kanada Ditemukan di Drone Iran yang Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina

Suku Cadang Buatan Kanada Ditemukan di Drone Iran yang Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina

Global
Tujuan Korea Utara Tembakkan 130 Artileri Dekat Perbatasan: Peringatkan Korea Selatan

Tujuan Korea Utara Tembakkan 130 Artileri Dekat Perbatasan: Peringatkan Korea Selatan

Global
Rangkuman Hari Ke-285 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Diguncang Ledakan, Ukraina Hadapi Krisis Listrik dan Air

Rangkuman Hari Ke-285 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Diguncang Ledakan, Ukraina Hadapi Krisis Listrik dan Air

Global
Saat Putin Seberangi Jembatan Crimea dengan Mercedes…

Saat Putin Seberangi Jembatan Crimea dengan Mercedes…

Global
[POPULER GLOBAL] Pekerja Makan Nasi Garam Punya Tabungan Rp2,8 M | Isu Polisi Moral Iran Dibubarkan

[POPULER GLOBAL] Pekerja Makan Nasi Garam Punya Tabungan Rp2,8 M | Isu Polisi Moral Iran Dibubarkan

Global
WNA Diduga Anggota ISIS Ditangkap Terkait Serangan Kedutaan Pakistan di Kabul

WNA Diduga Anggota ISIS Ditangkap Terkait Serangan Kedutaan Pakistan di Kabul

Global
Korea Utara Tembakan 130 Peluru Artileri ke Zona Penyangga Maritim Korea Selatan dari Dua Sisi

Korea Utara Tembakan 130 Peluru Artileri ke Zona Penyangga Maritim Korea Selatan dari Dua Sisi

Global
Korea Utara Dilaporkan Eksekusi 3 Siswa SMA karena Distribusikan Drama Korea

Korea Utara Dilaporkan Eksekusi 3 Siswa SMA karena Distribusikan Drama Korea

Global
Dituduh Terkait dengan Dinas Intelijen Israel, Empat Orang Dieksekusi oleh Pemerintah Iran

Dituduh Terkait dengan Dinas Intelijen Israel, Empat Orang Dieksekusi oleh Pemerintah Iran

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.