Ronny P Sasmita
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution

Penikmat kopi yang nyambi jadi Pengamat Ekonomi

Xi Jinping, Biden dan Putin

Kompas.com - 07/07/2022, 11:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SEBELUM menduduki posisi sekretaris jenderal Partai Komunis China dan Presiden Negeri Tirai Bambu, sebagai seorang gubernur, secara prestasi sebenarnya kinerja Xi Jinping terbilang rata-rata air alias tak ada yang benar-benar menonjol.

Ada faktor keberuntungan dan campur tangan "king maker" juga di dalam karir politiknya.

Sebelum jadi Gubernur, sebagaimana ditulis oleh Kerry Brown dalam bukunya beberapa tahun lalu, "CEO, Xi, and China, " setelah Xi menjadi wakil gubernur Fujian, Xi punya jatah satu kursi di Komite Sentral Politbiro.

Kapasitas anggota kala itu hanya 150 dan Xi berada di urutan ke 151. Harusnya, Xi perlu bersabar lagi menunggu.

Tapi kebijakan Jiang Zemin yang melebarkan jumlah kursi menjadi 151, membuat Xi akhirnya duduk di Sentral Komite, yang mempercepatnya membangun jaringan elite di politbiro.

Kemudian, saat Xi jadi Gubernur Zejhiang, nama Xi masuk ke dalam daftar tiga gubernur yang diisukan sebagai kandidat sekretaris jenderal partai sekaligus kandidat presiden pengganti Hu Jintao.

Ketiganya adalah "satu Xi dua Li": Xi Jinping, Li Yuanchao, dan Li Keqiang, plus satu bakal kandidat viral dari Congqing, Bo Xilai.

Kekuatan ketiganya terhitung setara, sementara Bo Xilai menang dari sisi viralitas karena menghidupkan kembali spirit Mao Zedong.

Tapi keterlibatan general secretary partai CCP cabang Shanghai (backing kelas berat Bo Xilai) dalam kasus korupsi tahun 2007, membuat kursi tertinggi CCP Shanghai kosong (Catatan tambahan, menjabat sebagai petinggi partai di Shanghai ibarat menjadi gubernur DKI Jakarta. Begitulah langkah Ziang Jemin sebelum jadi general secretary CCP).

Akhirnya Xi sembari menjabat gubernur Zejhiang berpindah posisi dari general secretary CCP Zhejiang ke posisi general secretary CCP Shanghai.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.