Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

POPULER GLOBAL: Fenomena Poligami di Thailand | Agama yang Dianut Warga China

Kompas.com - 02/02/2022, 05:39 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KOMPAS.com – Penjelasan tentang fenomena poligami di Thailand dari segi hukum menjadi artikel yang paling banyak dibaca dalam edisi Populer Global Kali ini.

Di bawahnya, ada artikel yang memuat jawaban soal agama saja yang dianur oleh masyarakat China di bawah ideologi komunis.

Selanjutnya, terdapat berita tentang Denmark yang telah mencabut semua pembatasan Covid-19 dan kembali ke kehidupan normal.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Kisah Pria Thailand Punya 8 Istri | Miss USA Tewas Bunuh Diri

Untuk lebih lengkapnya, rangkuman artikel Populer Global sepanjang Selasa (1/2/2022) hingga Rabu (2/1/2022) dapat disimak di bawah ini:

1. Poligami di Thailand, Tak Diakui Negara, tapi Jadi Gaya Hidup

Poligami di Thailand sebenarnya tak diakui di bawah hukum negara. Tapi, pada praktiknya, poligami telah menjadi gaya hidup atau masih dipraktikan warga Thailand.

Pernikahan di Thailand diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan Komersial No. 5 pasal 1435 sampai 1535.

Dalam pasal 1457, disebutkan bahwa pernikahan hanya dapat terjadi jika pria dan wanita (yang berusia minimal 18 tahun) setuju untuk saling menjadi suami dan istri, dan persetujuan itu harus diumumkan di hadapan Panitera untuk dicatat oleh Panitera.

Pernikahan di Thailand dibuat dan diselesaikan pada pendaftaran resmi dan dimasukkan dalam daftar pernikahan pemerintah.

Sementara, dalam pasal 1452, diterangkan bahwa bigami atau menikahi satu orang saat masih menikah secara sah dengan orang lain di Thailand, tidak diizinkan.

Simak penjelasan selengkapnya di sini

Baca juga: POPULER GLOBAL: Bos Perusahaan Jepang Kaget Ibu Kota Indonesia Pindah | China Tak Tertarik F-35

2. China di Bawah Ideologi Komunis, Agama Apa Saja yang Dianut Masyarakatnya?

Partai Komunis China secara resmi merupakan ateis, tetapi mereka mengakui lima agama, yakni Buddha, Katolik, Taoisme, Islam, dan Protestan.

Meski begitu, dilansir dari CFR.org, pihak berwenang secara ketat memantau kelompok yang terdaftar dan tidak terdaftar dalam kelima agama itu.

Namun, ini tak menutup fakta bahwa ada semakin banyak penganut agama, termasuk mereka yang mempraktikkan agama rakyat dan lebih dari selusin agama terlarang lainnya.

Simak selengkapnya di sini

Baca juga: POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

3. Denmark Cabut Semua Pembatasan Covid-19, “Kembali ke Kehidupan Normal”

Denmark pada Selasa (1/2/2022), menjadi negara Uni Eropa (UE) pertama yang mencabut semua pembatasan Covid-nya meskipun ada rekor jumlah kasus.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com