POPULER GLOBAL: Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang | Upah Per Jam untuk Pemetik Buah Indonesia di Australia

Kompas.com - 23/11/2021, 05:57 WIB
Orang-orang yang memakai masker untuk membantu melindungi diri dari penyebaran virus corona berjalan melintasi persimpangan di Tokyo, Senin, 30 Agustus 2021. AP PHOTO/KOJI SASAHARAOrang-orang yang memakai masker untuk membantu melindungi diri dari penyebaran virus corona berjalan melintasi persimpangan di Tokyo, Senin, 30 Agustus 2021.

KOMPAS.com - Kabar tentang pemetik buah asal Indonesia di Australia yang akan mendapat upah per jam menjadi berita internasional terpopuler di kanal global Kompas.com.

Ada juga kabar dari Jepang, di mana kondisi Covid-19 varian delta menghilang secara tiba-tiba dan malah membuat para pakar kebingungan.

Berikut kami rangkum berita populer global dari kanal Kompas.com edisi Senin (22/11/2021) hingga Selasa (23/11/2021).

Baca juga: POPULER GLOBAL: Cagar Alam Rusak karena Dipakai Hubungan Seks | Kisah Nur Hajat, Warga Malaysia yang Dipukuli

1. Pemetik Buah Asal Indonesia di Australia Merasa Upah per Jam Lebih Manusiawi

Mereka yang bekerja sebagai pemetik buah di Australia nantinya hanya akan dibayar dengan sistem upah per jam dengan bayaran minimum, tidak lagi dibayar berdasarkan berapa yang petik.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh lembaga Fair Work Comission awal November lalu dan dalam waktu dekat segera akan diberlakukan.

Husniati, 26 tahun asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai minggu depan akan bekerja sebagai pemetik buah cherry di Shepparton, sekitar 190 kilometer dari kota Melbourne.

Husniati adalah salah seorang pemegang visa 'Working Holiday' (WHV) yang sudah tiba di Australia sejak Maret 2020 dan sebelumnya bekerja di beberapa ladang pertanian di negara bagian Queensland.

Baca pengalaman Husniati dan peserta WHV lainnya di sini.

Baca juga: Bangkai Kapal Batavia di Australia Menguak Rahasia Pembuatan Kapal Belanda

2. Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Menghilang dari Jepang, Pakar Kebingungan

Pakar disebut kebingungan setelah gelombang kelima Covid-19, yang disebabkan varian Delta, menghilang secara dramatis dari Jepang.

Pada pertengahan Agustus, "Negeri Sakura" sempat mengalami puncak dari virus corona, dengan 23.000 kasus per hari.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Global
Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Global
25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

Global
Nasib 'Tahanan Abadi' di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Nasib "Tahanan Abadi" di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Global
Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Global
PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

Global
Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Global
Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Global
Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Global
Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Global
Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Global
Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Global
Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Global
Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Global
Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.