Kompas.com - 26/10/2021, 07:15 WIB
Presiden Belarus Alexander Lukashenko ketika berbicara kepada Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Minsk, Belarus, pada 3 September 2020. Alexander Astafyev/Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)Presiden Belarus Alexander Lukashenko ketika berbicara kepada Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Minsk, Belarus, pada 3 September 2020.

MINSK, KOMPAS.com - Ketika Belarus memerangi lonjakan Covid-19 terbaru dan rumah sakit menjadi semakin kewalahan, Presiden otoriter Alexander Lukashenko menyarankan dokter untuk memulangkan pasien lebih cepat, untuk mengosongkan lebih banyak tempat tidur.

“Orang yang tidak perlu rawat inap lama tidak boleh dirawat selama tujuh sampai 10 hari,” katanya menurut laporan AP melansir Newsweek pada Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Terjebak di Hutan yang Kejam, Migran Lebanon Menyesal Menyeberang ke Eropa Lewat Belarus

"Jika Anda melihat seorang pasien semakin baik dan tidak lagi membutuhkan suntikan intravena dan hal-hal lain, kirim saja dia pulang."

Rekomendasi Lukashenko datang ketika Belarus, negara berpenduduk lebih dari 9,3 juta orang menurut Bank Dunia, melaporkan rekor 2.097 kasus baru pada Kamis (21/10/2021).

Kasus Covid-19 Belarus telah mencapai 2.000 dalam beberapa hari terakhir, meskipun beberapa menuduh jumlah resmi kurang, dan lonjakan memaksa pihak berwenang menangguhkan beberapa layanan medis sehingga rumah sakit dapat fokus pada pasien Covid-19.

Otoritas Belarusia pada Jumat (22/10/2021) menghapus mandat pertama terkait masker di negara itu, kurang dari dua minggu setelah diberlakukan. Kebijakan itu memicu protes dan kebingungan di antara mereka yang khawatir tentang lonjakan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awal pekan ini, Lukashenko menulis persyaratan masker tersebut sebagai upaya yang tidak perlu dan penegakan yang “berlebihan”. Dia juga mengatakan bahwa "kami bukan Barat," AP melaporkan.

Baca juga: Dituntut Pergi, Dubes Perancis Tinggalkan Belarus

Mandat masker diperkenalkan pada 9 Oktober di tengah gelombang penularan baru. Warga Belarusia diharuskan memakai masker medis di semua area publik dalam ruangan, termasuk transportasi umum dan toko.

Dr Nikita Solovei, pakar penyakit menular Belarusia terkemuka di ibu kota, Minsk, dengan tajam mengkritik keputusan menghapuskan mandat masker.

Dia menggambarkannya sebagai "kegilaan" di tengah penularan yang melonjak, dan memperingatkan bahwa "pejabat akan memikul tanggung jawab untuk itu di depan hukum dan rakyat Belarusia dalam waktu dekat."

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Ledakan Guncang Kamp PBB di Mali, Pelaku Belum Ketemu

2 Ledakan Guncang Kamp PBB di Mali, Pelaku Belum Ketemu

Global
Muncul Kabar Ledakan di Pangkalan AS, Kelompok Pemberontak Membantah

Muncul Kabar Ledakan di Pangkalan AS, Kelompok Pemberontak Membantah

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Kisah Misteri Edward Mordrake | Awal Mula Manusia Merokok

KABAR DUNIA SEPEKAN: Kisah Misteri Edward Mordrake | Awal Mula Manusia Merokok

Global
Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Global
Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Global
Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Global
Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Global
KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

Global
Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Global
BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

Global
2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

Global
Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Global
Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Global
5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

Global
Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.