Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karakteristik atau Ciri-ciri Globalisasi

Kompas.com - 16/10/2021, 21:00 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

KOMPAS.com - Globalisasi adalah proses di mana dunia menjadi semakin saling berhubungan sebagai akibat dari perdagangan dan pertukaran budaya yang meningkat secara besar-besaran.

Globalisasi telah berlangsung selama ratusan tahun, tetapi perkembangannya semakin cepat selama setengah abad terakhir. Akibatnya, orang dan barang bergerak dengan mudah melintasi perbatasan antar negara.

Berikut ini beberapa karakteristik atau ciri-ciri globalisasi, yang memberikan dampak positif maupun negatif di berbagai sektor di dunia.

Baca juga: Apa Itu Globalisasi? Definisi, Efek, dan Contohnya

Peningkatan konektivitas dengan teknologi

Salah satu karakteristik penting dari globalisasi adalah membantu orang-orang di negara dan tempat berbeda untuk terhubung. Peningkatan konektivitas dengan teknologi juga semakin memampukan orang dan benda bergerak dan berkomunikasi secara efisien.

Sebelum teknologi informasi dan transportasi berkembang, orang-orang di berbagai belahan dunia awalnya tidak memiliki akses atau hanya memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk berkomunikasi.

Kondisinya sangat berbeda setelah penemuan telepon, pesan instan, faks, hingga yang paling mutakhir saat ini yakni internet. Perkembangan teknologi satu ini memungkinkan pertukaran informasi dari seluruh dunia dalam hitungan detik, jauh berbeda dengan tempo dulu.

Peningkatan teknologi di sektor transportasi udara dan laut juga memungkinkan perpindahan manusia dan barang dalam jumlah yang besar

Semua inovasi ini memudahkan semua orang di seluruh dunia untuk saling terhubung satu sama lain. Dampak globalisasi sekarang telah membuat "gesekan jarak" berkurang, dan dunia mulai menyusut secara metaforis.

Baca juga: Globalisasi: Pengertian dan Sejarah Awal

Perdagangan bebas

Elemen inti dari globalisasi adalah perluasan perdagangan bebas di seluruh dunia melalui penghapusan atau pengurangan hambatan perdagangan, seperti tarif impor.

Impor yang lebih besar menawarkan konsumen lebih banyak variasi barang dengan harga lebih rendah. Pasar dalam kondisi ini menjadi lebih kompetitif, maka industri dalam negeri harus mampu bersaing dengan kualitas atau mendapat insentif untuk bisa bertahan.

Ekspor, seringkali menjadi sumber pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara berkembang. Kegiatan ekonomi ini merangsang penciptaan lapangan kerja karena industri-industri menjual ke luar perbatasan mereka.

Secara umum, perdagangan bebas meningkatkan daya saing nasional, dan mendorong produsen untuk fokus pada keunggulan kompetitif yang dimilikinya agar bisa bersaing.

Perdagangan mendorong ketahanan dan fleksibilitas ekonomi, karena impor yang lebih tinggi membantu mengimbangi guncangan pasokan domestik yang merugikan.

Keterbukaan yang lebih besar juga dapat merangsang investasi asing, yang akan menjadi sumber lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal dan dapat membawa teknologi baru, untuk mendorong produktivitas yang lebih tinggi.

Baca juga: Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Pergerakan manusia dan modal

Meningkatnya kesadaran, peluang, dan teknologi transportasi memungkinkan orang untuk berpindah-pindah ke berbagai belahan dunia. Perpindahan itu dilakukan baik untuk mencari tempat tinggal baru, pekerjaan baru, atau melarikan diri dari tempat yang berbahaya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com