Kompas.com - 16/10/2021, 19:14 WIB
Pesawat pembom strategis jarak jauh B-52H Angkatan Udara AS, bagian dari Angkatan Udara AS Delapan, armada Sayap Bom ke-2 sedang berada di landasan dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana, AS. AFP via VOA INDONESIAPesawat pembom strategis jarak jauh B-52H Angkatan Udara AS, bagian dari Angkatan Udara AS Delapan, armada Sayap Bom ke-2 sedang berada di landasan dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana, AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dalam beberapa dekade ini, kekuatan militer Amerika Serikat (AS) diuntungkan oleh kemampuan yang dimiliki angkatan udaranya yang lebih tangguh dibandingkan para musuhnya.

Investasi bernilai jutaan dolar yang digelontorkan oleh Departemen Pertahanan AS atau Pentagon dalam meningkatkan kapasitas pesawat tempur, sistem persenjataan satelit, dan pesawat kargo milik angkatan udara (AU) AS telah membuat mereka menjadi yang terdepan dalam kekuatan militer dunia.

Namun kini, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) telah melakukan modernisasi terhadap angkatan udaranya. Pimpinan mereka dan para analis memperkirakan bahwa Washington mungkin tidak dapat lagi berbangga diri akan kekuatan yang dimiliki oleh angkatan udaranya.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan Udara Militer Chin Semakin Kuat, Ancaman untuk Taiwan

Berbicara dalam Konferensi Asosiasi Angkatan Udara pada bulan lalu, Jenderal Charles Brown Jr, yang merupakan Kepala Staf Angkatan Udara AS, mengatakan bahwa PLA memiliki “armada udara terbesar di kawasan Pasifik” dan mereka telah membangun kekuatannya “tanpa sepengetahuan kita.” Brown memprediksi bahwa kekuatan angkatan udara China dapat melampaui AS pada 2035.

Tentara AS berdiri di landasan saat pesawat Angkatan Udara AS bersiap lepas landas dari bandara di Kabul pada 30 Agustus 2021.AFP via VOA INDONESIA Tentara AS berdiri di landasan saat pesawat Angkatan Udara AS bersiap lepas landas dari bandara di Kabul pada 30 Agustus 2021.
Dalam acara yang sama, Letnan Jenderal S Clinton Hinote, Wakil Kepala Staf AU, memperingatkan bahwa Amerika tidak mengimbangi peningkatan kemampuan yang dilakukan oleh China.

“Pada beberapa area yang penting, kita sudah ketinggalan - saat ini. Hal ini bukanlah masalah yang terjadi esok hari. Ini adalah masalah hari ini.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hinote mengatakan pada awak media bahwa sebagai orang yang sadar akan bukti bukti dari perkembangan yang terjadi, ia percaya bahwa China telah berada dalam posisi yang setara dalam hal kekuatan angkatan udaranya, dan ia juga memperingati bahwa “kondisi sekarang lebih cenderung pada merah (merujuk pada China).”

Jet tempur PLA J-16 China terbang di lokasi yang dirahasiakan. China menerbangkan lebih dari 30 pesawat militer menuju Taiwan pada 2 Oktober 2021.AP via VOA INDONESIA Jet tempur PLA J-16 China terbang di lokasi yang dirahasiakan. China menerbangkan lebih dari 30 pesawat militer menuju Taiwan pada 2 Oktober 2021.
Tunjukkan kekuatan

Pada minggu lalu, China mengirim hampir 150 pesawat tempurnya, termasuk jet tempur jenis terbaru J-16 dan pesawat pengangkut bom H-6, ke zona pertahanan udara Taiwan (ADIZ) dalam sebuah unjuk kebolehan kekuatan militernya.

“Mereka menerbangkan rombongan pesawat tempur J-16 dalam jumlah yang banyak. Itu menunjukkan kapasitas (AU) terbaru mereka,” kata Eric Heginbotham, peneliti hubungan internasional di Institut Teknologi Massachuset (MIT).

“Mereka memperlihatkan armada yang lengkap. Mereka juga mengirim pesawat anti-serangan kapal selam. Jadi, mereka menunjukkan banyak hal dalam kesempatan tersebut.”

Baca juga: Xi Jinping: China Akan Rebut Taiwan secara Damai dan Bakal Terwujud

Halaman:

Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Global
Mirip Puss in Boots di film Shrek, Kucing Oren Ini Punya Banyak Fans

Mirip Puss in Boots di film Shrek, Kucing Oren Ini Punya Banyak Fans

Global
Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Global
70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

Global
Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Global
Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Global
Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Global
Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Global
Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Internasional
Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi 'Anak Magang' yang Membuatnya

Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi "Anak Magang" yang Membuatnya

Global
Wanita Ini 'Menyusui' Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Wanita Ini "Menyusui" Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Global
UEA Borong 80 Jet Tempur Rafale Perancis, Nilai Kontraknya Lampaui Anggaran Pertahanan RI

UEA Borong 80 Jet Tempur Rafale Perancis, Nilai Kontraknya Lampaui Anggaran Pertahanan RI

Global
Khawatirkan Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Kunjungi AS

Khawatirkan Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Kunjungi AS

Global
AS Sentil Indonesia dan Negara Lain Serius Atasi Pemanasan Global

AS Sentil Indonesia dan Negara Lain Serius Atasi Pemanasan Global

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.