10.000 Migran Haiti yang Berlindung di Bawah Jembatan Texas Akan Dideportasi AS

Kompas.com - 20/09/2021, 09:28 WIB
Migran Haiti menggunakan bendungan untuk menyeberang ke dan dari Amerika Serikat dari Meksiko, Sabtu, 18 September 2021, di Del Rio, Texas. AP PHOTO/ERIC GAYMigran Haiti menggunakan bendungan untuk menyeberang ke dan dari Amerika Serikat dari Meksiko, Sabtu, 18 September 2021, di Del Rio, Texas.

TEXAS, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana menerbangkan kembali ribuan migran Haiti yang berkumpul di bawah jembatan di Texas.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memiliki tiga penerbangan yang direncanakan untuk Minggu (19/9/2021), menurut seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The New York Times.

Melansir Business Insider, pemerintah AS berencana untuk menjalankan empat penerbangan sehari mulai Senin (20/9/3032).

Baca juga: Gubernur Texas: Pemerintah Biden Sangat Kacau, Penanganan Krisis Migran Sama Buruknya dengan Evakuasi Afganistan

Sekitar 10.000 migran berlindung di sebuah kamp darurat di bawah Jembatan Internasional Del Rio di Texas, yang melintasi Rio Grande dari Meksiko ke AS, menurut laporan The Washington Post.

Rekaman udara menunjukkan ribuan migran Haiti mengarungi perairan setinggi pergelangan kaki atau pinggang untuk mencapai AS dari Meksiko.

Mengutip BBC, Wali Kota Del Rio, Texas, Bruno Lozano telah menyatakan keadaan darurat. Menurutnya, situasi saat ini "belum pernah terjadi sebelumnya" dan "tidak terbayangkan”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para migran mengatakan kepada Reuters bahwa mereka menghadapi kekurangan makanan dan air di tengah meningkatnya suhu yang mencapai sekitar 99 Fahrenheit (37,22 derajat Celsius).

Pada Jumat (17/9/2021) AP melaporkan, pihak berwenang AS menyatakan sementara menutup penyeberangan perbatasan, "untuk menanggapi kebutuhan keselamatan dan keamanan yang mendesak.”

Baca juga: Amnesty: Qatar Gagal Jelaskan Penyebab Kematian Pekerja Migran

Para migran sebagian besar adalah orang Haiti, dengan beberapa orang Kuba, Peru, Venezuela, dan Nikaragua hadir.

Masuknya migran Haiti terjadi setelah musim panas, ketidakstabilan politik dan tragedi di negara Karibia itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.