4 Tahun Setelah Perang di Raqqa, Anak-anak Tinggal di Tengah Kehancuran Kota

Kompas.com - 28/07/2021, 17:29 WIB
Anak Suriah mengantre makanan di utara Kota Raqqa, selama bulan suci Ramadhan, 14 Juli 2013. Kepala Koalisi Nasional Suriah Ahmad al-Assi telah mendukung seruan untuk gencatan senjata selama bulan suci Ramadhan dari Sekjen PBB Ban Ki-Moon. AFP PHOTO / MEZAR MATARAnak Suriah mengantre makanan di utara Kota Raqqa, selama bulan suci Ramadhan, 14 Juli 2013. Kepala Koalisi Nasional Suriah Ahmad al-Assi telah mendukung seruan untuk gencatan senjata selama bulan suci Ramadhan dari Sekjen PBB Ban Ki-Moon.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Empat tahun setelah perang di kota Raqqa, Suriah utara, anak-anak dan keluarga yang masih tinggal di rumah-rumah mereka yang hancur dengan fasilitas serba terbatas, air bersih, listrik, serta pendidikan.

Raqqa pernah menjadi ibu kota wilayah kekuasaan kelompok ISIS di Suriah, yang pada 2017 menjadi sasaran serangan udara dan darat oleh koalisi yang dipimpin AS untuk melawan ISIS dan merebut kendali kota.

Baca juga: Remaja Suriah Menang Lawan Politisi Inggris di Pengadilan dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

Pada puncak kampanye pengeboman, Raqqa menghadapi 150 serangan udara sehari, menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan bangunan, hingga saat ini masih terlihat reruntuhannya, menurut laporan yang diterbitkan pada Selasa (27/7/2021).

"Anak-anak dan keluarga mereka di Raqqa hidup setiap hari di kota yang hancur, dengan pilihan terbatas, di tengah kekeringan, pandemi, dan krisis ekonomi di seluruh Suriah,” ujar Sonia Khush, Direktur Respons Suriah untuk Save the Children.

Laporan Save the Children yang dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (27/7/2021), memperkirakan setidaknya 36 persen bangunan kota tersisa hancur.

Baca juga: 2 Kali dalam Sepekan, Suriah Berhasil Cegat Serangan Israel

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekeringan di Suriah utara telah menyebabkan krisis kesehatan masyarakat seiring dengan laporan yang meningkat tentang penyakit yang ditularkan melalui air (waterborne) dan tantangan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Ketika ribuan orang kembali ke kota, tiga perempat penduduk Raqqa bergantung pada bantuan untuk dapat membeli makanan serta barang dan jasa dasar lainnya.

Aida, seorang janda dan ibu 4 anak tinggal di Raqqa bersama dengan anak-anaknya di rumah yang rusak parah, yang tidak dialiri air dan listrik.

Baca juga: Serang Israel di Suriah Tewaskan 5 Militan Pro-Iran

Wanita berusia 27 tahun itu melarikan diri ke Aleppo pada 9 tahun lalu. Sekarang, setelah kembali ke Raqqa, ia takut membiarkan anak-anaknya bermain di luar.

"Saya takut ketika anak-anakku pergi keluar karena mereka mungkin dapat terluka, jadi saya tidak membiarkan mereka keluar," ujar Aida kepada Save the Children.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah Laki-laki 15 Tahun Masukkan Kabel USB ke Alat Kelaminnya karena Pensaran Seksual

Bocah Laki-laki 15 Tahun Masukkan Kabel USB ke Alat Kelaminnya karena Pensaran Seksual

Global
Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Global
Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Global
Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Global
WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

Global
Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Internasional
Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Global
Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Global
Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Global
IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

Global
Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Global
Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Global
Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Global
Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Global
4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga 'Anak Metal'

4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga "Anak Metal"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.