Kompas.com - 23/07/2021, 18:52 WIB
Seorang wanita Israel berjalan di depan bangunan yang dihuni NSO Group, pada 28 Agustus 2016 di Herzliya, dekat Tel Aviv. NSO dituding menciptakan spyware Pegasus untuk memata-matai ponsel target seperti aktivis, jurnalis, pemimpin bisnis, dan politisi. AFP PHOTO/JACK GUEZSeorang wanita Israel berjalan di depan bangunan yang dihuni NSO Group, pada 28 Agustus 2016 di Herzliya, dekat Tel Aviv. NSO dituding menciptakan spyware Pegasus untuk memata-matai ponsel target seperti aktivis, jurnalis, pemimpin bisnis, dan politisi.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel membentuk komisi untuk menyelidiki apakah tuduhan atas perangkat lunak pengawasan ponsel Pegasus yang dibuat oleh NSO Group benar atau tidak.

Pembentukan komisi itu diumumkan oleh kepala Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Israel pada Kamis (22/7/2021).

"Komite pertahanan menunjuk komisi peninjau yang terdiri dari sejumlah kelompok," kata anggota parlemen Ram Ben Barak kepada Radio Angkatan Darat.

Baca juga: Spyware Pegasus: Asal-usul, Cara Kerja, dan Bahayanya

"Ketika mereka menyelesaikan peninjauan, kami akan meminta hasilnya dan menilai apakah kami perlu melakukan koreksi," tambah mantan wakil kepala agen mata-mata Israel Mossad itu dikutip dari AFP.

Spyware Pegasus dituding sebagat alat mengawasi ponsel sejumlah jurnalis, pembela hak asasi manusia, dan 14 kepala negara.

Nomor telepon mereka termasuk dalam sekitar 50.000 target pengawasan potensial, di daftar yang dibocorkan ke kelompok hak asasi Amnesty International dan Forbidden Stories yang berbasis di Paris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun NSO mengatakan, data yang dibocorkan itu bukan daftar target atau target potensial Pegasus.

Kepala eksekutif NSO Shalev Hulio mengatakan kepada Radio Angkatan Darat pada Kamis, dia akan sangat senang jika ada penyelidikan, sehingga mereka dapat membersihkan nama.

Dia juga menuduh ada upaya untuk mencoreng semua industri siber Israel.

Baca juga: Presiden Perancis Ganti Ponsel karena Spyware Pegasus

NSO mengatakan, telah mengekspor spyware Pegasus ke 45 negara dengan persetujuan dari pemerintah Israel.

Hulio juga berujar, mereka tidak dapat mengungkapkan rincian kontraknya karena bersifat rahasia, tetapi akan menawarkan transparansi penuh kepada pemerintah mana pun yang meminta detail lebih lanjut.

Sementara itu Ben Barak mengatakan, prioritas Israel adalah untuk meninjau seluruh masalah pemberian lisensi ini.

Pegasus mengekspos banyak sel teror, katanya, tetapi jika itu disalahgunakan atau dijual ke badan yang tidak bertanggung jawab, ini adalah sesuatu yang perlu diperiksa.

Pegasus dapat masuk ke ponsel tanpa sepengetahuan pengguna, memungkinkan pengaksesnya membaca setiap pesan, melacak lokasi pengguna, dan memanfaatkan kamera serta mikrofon ponsel.

Baca juga: Skandal Spyware Pegasus Buatan Israel Merebak, Ini Kata Presiden Uni Eropa


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.