Korban Tewas di Gaza Meningkat, Rumah Sakit Tertekan Pandemi dan Korban Luka

Kompas.com - 14/05/2021, 14:25 WIB
Ibu dari Yazan Al-zaharna, 9, menghiburnya saat dia beristirahat di rumah sakit Shifa di Kota Gaza, Kamis, (13/5/2021), di mana dia menerima perawatan untuk luka yang disebabkan oleh serangan Israel 10 Mei di dekat rumahnya di kota Jabaliya. AP PHOTO/KHALIL HAMRAIbu dari Yazan Al-zaharna, 9, menghiburnya saat dia beristirahat di rumah sakit Shifa di Kota Gaza, Kamis, (13/5/2021), di mana dia menerima perawatan untuk luka yang disebabkan oleh serangan Israel 10 Mei di dekat rumahnya di kota Jabaliya.

GAZA, KOMPAS.com - Korban tewas di Gaza telah meningkat ketika Israel menggempur daerah itu dengan lebih banyak serangan udara, dan Hamas mengirim rentetan roket ke Israel.

Di saat yang sama, negosiator Mesir mengadakan pembicaraan mediasi secara langsung dengan kedua belah pihak.

Kekerasan lintas batas selama empat hari tidak menunjukkan tanda-tanda mereda ketika orang-orang Palestina menandai hari pertama hari raya keagamaan Idul Fitri pada Kamis (13/4/2021).

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Yitzhak Rabin, Sosok Pendamai Israel dan Palestina yang Berakhir Tragis

Kekerasan juga telah menyebar ke komunitas campuran Yahudi dan Arab di Israel, sebuah kelompok baru di konflik Israel Palestina.

Khawatir permusuhan terburuk di kawasan itu dalam beberapa tahun bisa lepas kendali, Amerika Serikat (AS) mengirim utusan, Hady Amr, ke kawasan itu.

Upaya gencatan senjata oleh Mesir, Qatar dan PBB sejauh ini tidak menunjukkan kemajuan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam serangan udara baru di Gaza, pesawat tempur Israel menghantam gedung perumahan enam lantai yang dikatakan milik Hamas, kelompok yang mengendalikan daerah kantong Palestina.

Netanyahu mengatakan Israel telah mencapai hampir 1.000 target di Gaza secara total.

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan 87 orang, termasuk 18 anak-anak dan delapan wanita, telah tewas dan 530 lainnya luka-luka sejak Senin (10/5/2021).

Jumlah korban luka semakin membebani rumah sakit, yang sudah berada di bawah tekanan berat selama pandemi Covid-19.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Global
Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Global
Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Global
Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Global
Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Global
Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Global
WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

Global
Biden Umumkan Daftar Negara yang Dapat Vaksin Covid-19 AS, Termasuk Indonesia

Biden Umumkan Daftar Negara yang Dapat Vaksin Covid-19 AS, Termasuk Indonesia

Global
POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Internasional
komentar
Close Ads X