Pria Ini Dibunuh Saudara Tiri dan Sepupunya karena Gay

Kompas.com - 14/05/2021, 12:08 WIB
Ali Fazeli Monfared, pria berusia 20 tahun di Iran yang dibunuh saudara tiri dan sepupunya setelah dia diketahui gay. SUPPLIED via Daily MirrorAli Fazeli Monfared, pria berusia 20 tahun di Iran yang dibunuh saudara tiri dan sepupunya setelah dia diketahui gay.

TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang pria di Iran dilaporkan dibunuh oleh saudara tiri dan sepupu karena dia gay.

Semua berawal ketika Ali Fazeli Monfared mengajukan penangguhan dinas militer karena orientasi seksualnya.

Ketika surat yang menyatakan pengesahan penangguhan dikirim, Monfared dilaporkan tidak sedang berada di rumah.

Baca juga: Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Surat itu kemudian ditemukan saudara tiri dan dua sepupu Monfared. Mereka kemudian merencanakan pembunuhan terhadapnya.

Pria berusia 20 tahun itu dijebak untuk masuk ke dalam mobil, di mana dibawa ke pohon palem dan dibunuh.

Para pelaku meninggalkan jenazahnya begitu saja di desa bernama Borumi, dan memberi tahu ibunya mengenai perbuatan mereka.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum dipenggal, Monfared yang juga dikenal sebagai Alireza itu berencana ke Turki, dan bergabung bersama pasangannya.

6Rang, organisasi LGBT+ di Iran menyatakan, tiga orang sudah ditangkap ats kematian Monfared, dan dijerat pasal pembunuhan.

Dilansir Daily Mirror Rabu (12/5/2021), Monfared meminta penangguhan dinas militer dan mengungkapkan dia gay.

"Sayangnya, dalam kasus Alireza, keputusan ini berujung kepada hilangnya nyawanya," terang 6Rang.

Disebutkan ibu Monfared sangat syok dengan pembunuhan tersebut, karena pemuda itu adalah anak satu-satunya.

6Rang menerangkan ibu Monfared begitu sedih atas kematian putranya dan harus menerima perawatan di rumah sakit.

Dikatakan Monfared mempunyai kesulitan dengan saudara tirinya, karena pelaku kerap mengkritik caranya berpakaian.

Di iran, komunitas LGBT+ menjadi korban "pembunuhan terhormat" yang dilakukan keluarganya sendiri, karena mereka menganggapnya sebagai aib.

Baca juga: Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X