Kompas.com - 29/04/2021, 14:01 WIB
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDIPetugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Viral tagar #ResignModi di Facebook saat India semakin parah dilanda "tsunami" Covid-19.

Namun, tagar yang mendorong Perdana Menteri India Narendra Modi mengundurkan diri itu sempat diblokir Facebook, pada Rabu (28/4/2021), menyembunyikan 12.000 unggahan kritikan terhadap pemerintah India karena pandemi Covid-19 tidak terkendali.

Baca juga: Update Covid-19 di India: 3.645 Meninggal dalam 24 Jam Terakhir

Netizen Facebook di India lari ke Twitter untuk mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pemblokiran tersebut.

Pengguna Facebook yang menelusuri tagar itu akan mendapatkan pesan yang mengatakan "sementara disembunyikan" karena "beberapa konten dalam unggahan tersebut bertentangan dengan Standar Komunitas kami".

Baca juga: AS Kirim Bantuan Covid-19 Senilai Rp 1,4 Triliun ke India

Pada Rabu pukul 12.50 malam waktu setempat, tagar tersebut dapat diakses lagi di Facebook dan juru bicara Facebook mengkonfirmasi hal tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami untuk sementara memblokir tagar ini karena kesalahan, bukan karena pemerintah India meminta kami, dan sejak itu kami memulihkannya," ujar juru bicara Facebook.

Baca juga: Kirim Pesan Butuh Tabung Oksigen di Twitter, Seorang Pria di India Ditutut Pidana

Pemblokiran tagar #ResignModi di Facebook terjadi setelah Twitter menghadapi kritik, karena menghapus lebih dari 50 tweet kiritikan, sesuai perintah pemerintah India.

Facebook dan Instagram telah memblokir sejumlah unggahan tentang Modi atas perintah pemerintah, menurut Wall Street Journal.

Baca juga: Kengerian Covid-19 di India: Jenazah Ibu Dibawa Anaknya Pakai Sepeda Motor

Tagar Facebook #ResignModi yang sekarang dipulihkan menunjukkan kengerian pandemi Covid-19 di India, di mana rumah sakit dipenuhi korban meninggal dan sekarat.

Negara tanah Hindustan itu mengalami lonjakan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu mencapai 360.000 kasus virus corona setiap hari.

Baca juga: Cara Ekspatriat Kabur dari Tsunami Covid-19 India: Carter Jet Pribadi ke UEA


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X