[POPULER GLOBAL] Dampak Kemacetan Terusan Suez | Paus Fransiskus Potong Gaji Kardinal

Kompas.com - 26/03/2021, 05:12 WIB
Foto satelit dari Planet Labs Inc menunjukkan kapal Ever Given masih tersangkut di Terusan Suez, dekat Mesir, pada Kamis (25/3/2021). Tersangkutnya kapal seberat 200.000 ton ini membuat Terusan Suez macet dan 150 kapal mengantre masuk. PLANET LABS INC via APFoto satelit dari Planet Labs Inc menunjukkan kapal Ever Given masih tersangkut di Terusan Suez, dekat Mesir, pada Kamis (25/3/2021). Tersangkutnya kapal seberat 200.000 ton ini membuat Terusan Suez macet dan 150 kapal mengantre masuk.

KOMPAS.com - Berita mengenai kemacetan yang masih terjadi di Terusan Suez, Mesir, menjadi berita terpopuler dari kanal Global.

Di tempat lain, Paus Fransiskus memutuskan untuk memotong gaji para kardinal karena keuangan Vatikan sedang mengalami krisis.

Berikut kami sajikan berita internasional terpopuler dari Kompas.com edisi Kamis (25/3/2021) hingga Jumat (26/3/2021).

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Gadis 7 Tahun Ditembak Mati Aparat Myanmar | Penyebab Terusan Suez Macet

1. Terusan Suez Masih Macet, Banyak Kapal Kontainer Terjebak, Ini Dampaknya ke Depan

Lusinan kapal kargo yang membawa segala sesuatu mulai dari minyak hingga barang-barang konsumen mengalami kemacetan di Terusan Suez.

Sejumlah perusahaan kemungkinan harus merutekan ulang kapal kargonya memutari Afrika jika kemacetan di Terusan Suez melebihi 24 jam.

Setiap penundaan pelayaran dan terganggunya pelayaran dapat berdampak langsung pada harga LNG dan gas di Eropa.

Penasaran dengan kelanjutan beritanya? Anda dapat membaca selengkapnya di sini.

Baca juga: Terusan Suez Masih Macet, Banyak Kapal Kontainer Terjebak, Ini Dampaknya ke Depan

2. Keuangan Vatikan Krisis, Paus Fransiskus Potong Gaji Kardinal

Paus Fransiskus memerintahkan pemotongan gaji untuk para kardinal hingga biarawan-biarawati lainnya karena Vatikan berjuang menyeimbangkan pembukuan finansial.

“Para kardinal akan mendapat pemotongan gaji sebesar 10 persen mulai April,” kata Vatikan pada Rabu (24/3/2021).

BBC melaporkan kelompok itu diyakini menerima anggaran hingga 5.000 euro (Rp 85 juta) sebulan, dan beberapa tinggal di akomodasi bersubsidi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X