[POPULER GLOBAL] Gadis 7 Tahun Ditembak Mati Aparat Myanmar | Penyebab Terusan Suez Macet

Kompas.com - 25/03/2021, 05:09 WIB
Polisi antihuru-hara bergerak untuk membubarkan pengunjuk rasa di Tharkata, Yangon, Myanmar, Sabtu (6/3/2021). Para pengunjuk rasa menentang kekerasan yang meningkat oleh pasukan keamanan Myanmar dan melakukan lebih banyak unjuk rasa anti-kudeta pada Jumat. AP PHOTOPolisi antihuru-hara bergerak untuk membubarkan pengunjuk rasa di Tharkata, Yangon, Myanmar, Sabtu (6/3/2021). Para pengunjuk rasa menentang kekerasan yang meningkat oleh pasukan keamanan Myanmar dan melakukan lebih banyak unjuk rasa anti-kudeta pada Jumat.

KOMPAS.com - Berita mengenai seorang gadis berusia tujuh tahun yang ditembak mati aparat Myanmar menjadi berita terpopuler dari kanal Global.

Di Mesir, terjadi kemacetan besar di Terusan Suez akibat sebuah kapal kontainer kandas setelah terdorong kuatnya embusan angin.

Berikut kami rangkumkan berita internasional terpopuler dari Kompas.com edisi Rabu (24/3/2021) hingga Kamis (25/3/2021).

Baca juga: [POPULER GLOBAL] 10 Orang Tewas dalam Penembakan Massal Colorado | Sanksi Bertubi-tubi Hujani Militer Myanmar

1. Gadis 7 Tahun Ini Ditembak Mati Aparat Myanmar Saat Berlari ke Ayahnya

Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun tewas ditembak oleh aparat keamanan di Myanmar.

Dia menjadi korban termuda yang diketahui dalam tindakan keras aparat terhadap pengunjuk rasa menyusul kudeta militer bulan lalu, menurut warga setempat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Identitas sang anak diketahui sebagai Khin Myo Chit. Khin dibunuh oleh polisi saat berlari menuju ayahnya di tengah penggerebekan di rumah mereka di kota Mandalay.

Bagaimana kronologi selengkapnya? Anda dapat menyimaknya secara lengkap di sini.

Baca juga: Gadis 7 Tahun Ini Ditembak Mati Aparat Myanmar Saat Berlari ke Ayahnya

2. Terusan Suez Macet, Kapal Kontainer Besar Sumbat Jalur Perdagangan Internasional

Sebuah kapal kontainer besar kandas di terusan Suez setelah terdorong kuatnya embusan angin.

Kejadian ini menyebabkan kemacetan besar kapal di kedua ujung arteri perdagangan internasional yang penting tersebut.

Ever Given, yang juga disebut "Mega Ship," memiliki berat 220.000 ton dan panjang 400 meter. Kapal kontainer ini terjebak di dekat ujung selatan kanal pada Selasa (23/3/2021).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Global
Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Global
Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Global
POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

Global
Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Global
Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Global
Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Global
Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Global
UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

Global
Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Global
Temboknya Jebol, Rumah Ini Jadi Tempat Makan Drive-through Gajah Hutan

Temboknya Jebol, Rumah Ini Jadi Tempat Makan Drive-through Gajah Hutan

Global
Kim Jong Un Perintahkan Puluhan Ribu Ibu Rumah Tangga Bekerja di Sawah

Kim Jong Un Perintahkan Puluhan Ribu Ibu Rumah Tangga Bekerja di Sawah

Global
Lupa Taruh Krim Keju, Pegawai Starbucks Miami Ditodong Senjata

Lupa Taruh Krim Keju, Pegawai Starbucks Miami Ditodong Senjata

Global
Masalah Pajak, Mantan Pengawal Trump Diselidiki Jaksa New York

Masalah Pajak, Mantan Pengawal Trump Diselidiki Jaksa New York

Global
AS Bisa Perlambat Tarik Pasukan di Afghanistan jika Taliban di Atas Angin

AS Bisa Perlambat Tarik Pasukan di Afghanistan jika Taliban di Atas Angin

Global
komentar
Close Ads X