Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muncul Lagi sejak Lengser sebagai Presiden AS, Trump: Apa Kalian Rindu padaku?

Kompas.com - 01/03/2021, 15:42 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber Sky News

ORLANDO, KOMPAS.com - Mantan Presiden AS Donald Trump kembali muncul di hadapan publik sejak meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari.

Dia berpidato dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) Partai Republik, sejak kekalahan dari Joe Biden pada pemilu 3 November 2020.

"Apa kalian masih rindu padaku?" tanya presiden ke-45 AS itu, diiringi tepuk tangan hadirin yang memadati Hotel Hyatt di Orlando, Florida.

Baca juga: Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Trump menyatakan, apa yang sudah mereka bangun dalam empat tahun terakhir belumlah usai, meski dia kalah pada Pilpres AS.

Dia menegaskan tidak akan membentuk partai baru, merespons rumor bahwa dia akan berpisah dengan Republik dan mendirikan kendaraan politik baru.

Mantan presiden berusia 74 tahun itu mengejek, pemerintahan Biden yang baru berumur sekitar 1,5 bulan itu begitu buruk.

"Dia (Biden) berbicara mengenai energi. Saya kira dia akan mendukung isu itu, tapi yang dia inginkan hanya kincir angin," ejeknya.

Presiden AS periode 2017 sampai 2021 itu bahkan menuding Partai Demokrat akan bertekuk lutut di hadapannya pada 2024.

Dilansir Sky News, Minggu (28/2/2021), pernyataan itu menyiratkan bahwa Trump berniat maju lagi sebagai calon presiden.

Baca juga: Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

"Siapa tahu, saya akan mengalahkan untuk ketiga kalinya," kata dia mengulangi klaim tak berdasar dia menang pada Pilpres AS 2020.

Mantan pemandu acara The Apprentice itu menghabiskan pidatonya dengan menyerang China, imigrasi, dan perjanjian iklim Paris.

Dia kemudian menyebut pemerintahan Joe Biden memaksakan kebijakan yang dia anggap akan menghancurkan "olahraga perempuan".

Dia mencela kaum transgender dengan menyebutnya "pria secara biologis", memantik tepuk tangan lagi dari para pendukungnya.

Trump juga menyatakan, saat ini orang-orang menggunakan kata baru, Trumpisme. "Saya sering mendengar istilah itu."

Baca juga: Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Terkait dengan penggunaan energi angin, si mantan presiden mengeklaim tenaganya tidak akan cukup bahkan untuk menyalakan televisi.

Para pembicara, termasuk kandidat calon presiden 2024, meyakini Trump dan pendukungnya harus diberi panggung lebih banyak di Republik.

Namun, kalangan oposisi merasa partai harus mengambil pendekatan berbeda karena kekalahan telak mereka pada 2020.

Selain harus merelakan Gedung Putih ke Biden, mereka juga mengalami kekalahan baik di Senat maupun House of Representatives (DPR AS).

Baca juga: Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Sky News
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com