"El Chapo" Asia, Tse Chi Lop Ditangkap di Bandara Amsterdam

Kompas.com - 24/01/2021, 11:18 WIB
Tse Chi Lop. Warga Kanada kelahiran China ini disebut mengelola jaringan narkoba bernilai hingga Rp 250 triliun, dan membuatnya sejajar dengan gembong narkoba Meksiko, El Chapo. via Sky NewsTse Chi Lop. Warga Kanada kelahiran China ini disebut mengelola jaringan narkoba bernilai hingga Rp 250 triliun, dan membuatnya sejajar dengan gembong narkoba Meksiko, El Chapo.

MSTERDAM, KOMPAS.com - Sosok yang diduga sebagai Raja Narkoba Asia ditangkap di Amsterdam, Belanda pada Jumat (22/1/2021). 

Melansir BBC, polisi Belanda telah menangkap kepala salah satu geng narkoba terbesar di dunia, Tse Chi Lop, berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan pemerintah Australia

Tse Chi Lop adalah warga negara Kanada kelahiran China. Dia dilaporkan sebagai kepala dari The Company yang mendominasi pasar obat-obatan terlarang di seluruh Asia.

Tse Chi Lop termasuk dalam daftar buronan paling dicari di dunia. Dia ditangkap di bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda.

Kini, Australia sedang meminta ekstradisi Tse untuk diadili di Negeri Kincir Angin itu.

Baca juga: Polisi Peru Temukan Terowongan Ke Penjara, Diduga Dibuat Kartel El Chapo

Tse yang berusia 56 tahun bahkan disejajarkan dengan Raja Narkoba Meksiko Joaquin " El Chapo" Guzman karena skala perusahaan yang dituduh dimilikinya.

The Company, perusahan yang dimiliki Tse Chi Lop diyakini oleh Polisi Federal Australia (AFP) sebagai sindikat Sam Gor yang bertanggung jawab sampai 70 persen narkoba yang memasuki negara itu.

Lebih dari 1 dekade polisi Australia telah melacak Tse sebelum akhirnya pria itu ditangkap ketika hendak naik pesawat ke Kanada.

Kantor berita Reuters pernah menerbitkan laporan penyelidikan kasus Tse pada 2019, menggambarkan sosok pria itu sebagai "orang paling dicari di Asia".

Baca juga: Dijuluki El Chapo Baru, Pria Ini Pimpin Kartel Narkoba Meksiko yang Dikenal Brutal

Tse ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan yang dirilis pada 2019. Menurut surat itu, polisi di Belanda bisa bertindak berdasarkan pemberitahuan Interpol.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Reuters,BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Global
Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Global
Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Global
Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Global
Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Global
Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Global
Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Global
WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

Global
Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Global
Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Global
Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Global
Wisdom, Burung Tertua di Dunia, Punya Anak di Usia 70 Tahun

Wisdom, Burung Tertua di Dunia, Punya Anak di Usia 70 Tahun

Global
Suntik Otot Palsu agar Mirip Popeye, Pria Ini Menyesal Setelahnya

Suntik Otot Palsu agar Mirip Popeye, Pria Ini Menyesal Setelahnya

Global
Bintang Porno Menari Erotis di Video Musik, Publik Iran Marah

Bintang Porno Menari Erotis di Video Musik, Publik Iran Marah

Global
Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Global
komentar
Close Ads X