Joe Biden Kerahkan Intelijen Nasional hingga FBI untuk Tinjau Ekstremis Domestik

Kompas.com - 24/01/2021, 07:27 WIB
Polisi berjaga saat pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/LEAH MILLISPolisi berjaga saat pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Joe Biden mengerahkan pemerintahannya untuk mengkaji penuh resiko terorisme domestik pasca-serangan di Gedung Capitol oleh pendukung Donald Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan pada Jumat (22/1/2021), Biden melibatkan Direktur Intelijen Nasional yang berkoordinasi dengan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

"Kami melakukan analisis berbasis fakta, yang nantinya kami bisa membentuk kebijakan," kata Psaki kepada wartawan dalam briefing seperti yang dilansir dari Reuters pada Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Calon Menhan Pemerintahan Joe Biden Ingin Bersihkan Ekstremis di Tubuh Militer AS

Psaki mengatakan selain mengkaji ancaman, Gedung Putih akan membangun kemampuan di dalam Dewan Keamanan Nasional untuk melawan ekstremis domestik.

Untuk itu, kebijakan tentang bagaimana pemerintahan federal dapat berbagi informasi terkait ancaman, akan ditinjau kembali agar berfungsi lebih baik.

Baca juga: Potensi Ekstremis, 12 Anggota Garda Nasional Dicopot dari Tim Keamanan Biden

Gedung Putih juga akan berkoordinasi dengan lembaga pemerintahan terkait untuk meningkatkan dan mempercepat upaya" mengatasi masalah tersebut, kata Psaki.

"Serangan 6 Januari di Gedung Capitol, kematian dan kehancuran tragis yang terjadi menggarisbawahi apa yang telah lama kita ketahui. Kebangkitan ekstremis domestik adalah serius dan ancaman keamanan nasional yang serius dan terus berkembang," ungkap Psaki.

Baca juga: Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

"Pemerintahan Biden akan menghadapi ancaman ini dengan sumber daya yang diperlukan dan menyelesaikannya," imbuhnya.

Sementara itu, Senat AS pada Rabu (20/1/2021), mengkonfirmasi Avril Haines sebagai Direktur Interlijen Nasional, pekerjaan intelijen tertinggi negara.

Baca juga: Joe Biden Serukan Ancaman dari Dalam Negeri, Sebut Kemunculan Gerakan Ekstremis Domestik


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Global
Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Global
Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Global
Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Global
Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Global
Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Global
Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Global
WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

Global
Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Global
Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Global
Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Global
Wisdom, Burung Tertua di Dunia, Punya Anak di Usia 70 Tahun

Wisdom, Burung Tertua di Dunia, Punya Anak di Usia 70 Tahun

Global
Suntik Otot Palsu agar Mirip Popeye, Pria Ini Menyesal Setelahnya

Suntik Otot Palsu agar Mirip Popeye, Pria Ini Menyesal Setelahnya

Global
Bintang Porno Menari Erotis di Video Musik, Publik Iran Marah

Bintang Porno Menari Erotis di Video Musik, Publik Iran Marah

Global
Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Suster yang Berlutut di Depan Militer Myanmar Siap Mati demi Lindungi Demonstran

Global
komentar
Close Ads X