Buntut Kerusuhan Capitol Hill, Serikat Pramugari Ingin Pendukung Trump Dilarang Naik Pesawat

Kompas.com - 08/01/2021, 14:36 WIB
Ilustrasi pesawat, penerbangan rebelcircus.comIlustrasi pesawat, penerbangan

 

Seorang wanita dilaporkan tewas tertembak selama aksi tersebut dan polisi telah menangkap setidaknya 52 orang.

Setelah kerusuhan itu, serikat pramugari mendorong aparat penegak hukum, maskapai penerbangan, organisasi penerbangan dan Kementerian Transportasi AS untuk menegakkan keselamatan penumpang dan awak kabin pesawat.

“Penting bagi kami untuk menjaga ketertiban dan ketenangan di kabin kami, untuk keselamatan dan keamanan segera, dan untuk kepercayaan keamanan udara di antara masyarakat yang melakukan perjalanan," imbuh Nelson.

Baca juga: Trump Marah atas Kekerasan, Pelanggaran Hukum dan Kekacauan di Capitol Hill

Halaman:

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Beri Lampu Hijau untuk Taiwan di WHO, China Kirimkan Ancaman Keras

AS Beri Lampu Hijau untuk Taiwan di WHO, China Kirimkan Ancaman Keras

Global
Makan Pisang dengan Garpu dan Pisau, Perempuan Ini Dapat Kemarahan Netizen

Makan Pisang dengan Garpu dan Pisau, Perempuan Ini Dapat Kemarahan Netizen

Global
Warga Palestina dan Polisi Israel Bentrok di Masjid Al-Aqsa, Hamas Serukan Demonstrasi

Warga Palestina dan Polisi Israel Bentrok di Masjid Al-Aqsa, Hamas Serukan Demonstrasi

Global
Update: Korban Luka Bentrokan di Masjid Al-Aqsa Jadi 200 Orang

Update: Korban Luka Bentrokan di Masjid Al-Aqsa Jadi 200 Orang

Global
Romania Geger, Beruang Terbesar Eropa Diduga Dibunuh Seorang Pangeran

Romania Geger, Beruang Terbesar Eropa Diduga Dibunuh Seorang Pangeran

Global
Pemimpin Tertinggi Iran: Israel Itu Bukan Negara, tapi Sarang Teroris

Pemimpin Tertinggi Iran: Israel Itu Bukan Negara, tapi Sarang Teroris

Global
Masjid Al-Aqsa, Titik Pertikaian Panjang Palestina-Israel

Masjid Al-Aqsa, Titik Pertikaian Panjang Palestina-Israel

Internasional
Tuduhan Trump Bayar Uang Tutup Mulut ke Bintang Porno di Pilpres AS 2016 Ditutup

Tuduhan Trump Bayar Uang Tutup Mulut ke Bintang Porno di Pilpres AS 2016 Ditutup

Global
Bayi di Filipina Diberi Nama Ghlynnyl Hylhyr Yzzyghyl, Ini Alasannya

Bayi di Filipina Diberi Nama Ghlynnyl Hylhyr Yzzyghyl, Ini Alasannya

Global
Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

Global
Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, 136 Orang Terluka

Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, 136 Orang Terluka

Global
Vaksin Covid-19 Sinopharm Asal China Dapat Persetujuan WHO

Vaksin Covid-19 Sinopharm Asal China Dapat Persetujuan WHO

Global
POPULER GLOBAL: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

POPULER GLOBAL: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Global
Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja Sama 44 Tahun

Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja Sama 44 Tahun

Global
Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Internasional
komentar
Close Ads X