Inggris Keluar UE, Skotlandia Kembali Suarakan Harapan Kemerdekaan

Kompas.com - 01/01/2021, 10:52 WIB
Seorang aktivis kemerdekaan anti-Brexit pro-Skotlandia memegang bendera yang mencampurkan bendera UE dan Saltire Skotlandia saat dia berkumpul untuk protes kecil terhadap keluarnya Inggris dari Uni Eropa di luar Parlemen Skotlandia di Edinburgh  (31/12/2020). AFP PHOTO/ANDY BUCHANANSeorang aktivis kemerdekaan anti-Brexit pro-Skotlandia memegang bendera yang mencampurkan bendera UE dan Saltire Skotlandia saat dia berkumpul untuk protes kecil terhadap keluarnya Inggris dari Uni Eropa di luar Parlemen Skotlandia di Edinburgh (31/12/2020).

SKOTLANDIA, KOMPAS.com - Jalan-jalan ibu kota Skotlandia biasanya penuh sesak di Hogmanay. Orang-orang dari seluruh negeri dan di seluruh dunia biasanya berkumpul untuk melihat Tahun Baru dengan keriuhannya.

Namun seperti tempat lainnya di dunia, wabah virus corona memiliki sejumlah konsekuensi untuk banyak perayaan.

Alhasil orang Skotlandia pun harus merayakan tahun baru, dalam suasana hati yang suram, diperburuk oleh perpisahan Inggris dengan Eropa.

Toko-toko yang menjual tartan (kain khas Skotlandia) dan wiski di jalan bersejarah Royal Mile, kota Edinburgh, harus tutup dan sunyi. Jalan berbatu itu tenggelam dalam kegelapan saat salju turun.

Tetapi ada harapan di antara pendukung kemerdekaan Skotlandia bahwa 2021 akan membawa keceriaan.

Baca juga: Skotlandia Jadi Negara Pertama yang Gratiskan Pembalut Wanita

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika Inggris meninggalkan pasar tunggal dan serikat pabean Eropa, seorang penduduk lokal, Zoe Stewart, mengatakan dia tidak pernah merasa begitu putus asa dengan bagian lain negara itu.

"Saya pikir sangat menyedihkan kami pergi. Saya tidak ingin meninggalkan Uni Eropa," kata Stewart, yang merupakan salah satu dari 62 persen orang Skotlandia yang memilih menentang Brexit, kepada AFP.

"Saya pikir kita harus melakukannya, kemerdekaan," katanya seraya mengepalkan tangan dan tersenyum.

"Hanya untuk merdeka. Hanya untuk memiliki pilihan kita sendiri dan tidak mengikuti Inggris sepanjang waktu."

Baca juga: Saat Skotlandia Lockdown, Monster Loch Ness Dikabarkan Muncul

Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang pro-kemerdekaan dari Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon, ingin mengambil inisiatif politik dan memanfaatkan frustrasi setelah 1 Januari.

SNP tidak merahasiakan keinginannya untuk mengadakan referendum baru tentang kemerdekaan setelah kehilangan yang sebelumnya pada tahun 2014.

Partai tersebut diperkirakan akan memenangkan pemilihan parlemen Skotlandia pada Mei mendatang.

Kemenangan tersebut akan meningkatkan tekanan pada pemerintah Inggris di London untuk menyetujui pemungutan suara kedua.

Baca juga: Terinfeksi Corona, Pangeran Charles Baik-baik Saja dan Jalani Karantina di Skotlandia


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X