Hacker Rusia Diduga Jadi Dalang Peretasan E-mail Kemenkeu AS dan NTIA

Kompas.com - 14/12/2020, 08:49 WIB
Gedung Kementerian Keuangan Amerika Serikat jika dilihat dari Washington Monument. Foto diambil pada 18 September 2019. AP PHOTO/PATRICK SEMANSKYGedung Kementerian Keuangan Amerika Serikat jika dilihat dari Washington Monument. Foto diambil pada 18 September 2019.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Peretas atau hacker yang terkait dengan Pemerintah Rusia diduga menjadi dalang di balik bobolnya surat elektonik (surel/e-mail) Kementerian Keuangan Amerika Serikat dan NTIA (Administrasi Informasi dan Telekomunikasi Nasional).

NTIA termasuk dalam kelompok lembaga yang terlibat dalam upaya Presiden Donald Trump memblokir aplikasi TikTok dan WeChat, yang diklaimnya membahayakan keamanan nasional tapi dibantah oleh kedua aplikasi tersebut.

Insiden peretasan e-mail Kemenkeu AS dan NTIA ini terjadi hanya beberapa hari setelah para pejabat AS mewanti-wanti hacker yang terkait dengan Pemerintah Rusia dapat menyerang data sensitif dan rentan.

Baca juga: E-mail Kemenkeu AS dan NTIA Dijebol Hacker lewat Microsoft Office

Ada indikasi jebolnya surel NTIA sudah terjadi sejak musim panas tapi baru ketahuan sekarang, menurut seorang pejabat senior AS yang dikutip News 18.

Hacker membobol Microsoft Office 365 di kantor NTIA. E-mail staf di lembaga itu dipantau oleh peretas selama berbulan-bulan.

Para peretas ini sangat canggih sampai bisa mengakali otentikasi platform Microsoft, menurut seorang sumber yang minta tidak disebut namanya karena tidak berwenang berbicara ke pers.

Kasus ini sekarang sedang diselidiki FBI dan badan keamanan siber dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS.

"Ini bisa menjadi salah satu spionase paling berdampak yang pernah tercatat," menurut pakar keamanan siber Dmitri Alperovitch, dikutip dari Associated Press.

Baca juga: Hacker Incar Distributor Vaksin Covid-19

Banyak pakar juga mencurigai Rusia adalah dalang di balik serangan kepada FireEye, penyedia keamanan siber yang pelanggannya termasuk pemerintah federal, negara bagian, lokal, serta perusahaan global papan atas.

Saluran yang diserang oleh hacker tersebut adalah SolarWinds, yang digunakan ratusan ribu institusi di seluruh dunia termasuk 500 perusahaan dan beberapa lembaga pemerintahan AS, lanjut Alperovitch yang dulu bekerja sebagai petugas teknis di perusahaan keamanan siber CrowdStrike.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Ini, AS-China Sepakat Perangi Perubahan Iklim

Kali Ini, AS-China Sepakat Perangi Perubahan Iklim

Global
Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Setelah Pemakaman Pangeran Philip, Harry dan William Terlihat sedang Mengobrol

Global
Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Diminta Foto untuk Bukti Terima Paket, Orang Filipina Berpose Aneh-aneh

Global
Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Pria Ini Nikahi Istrinya 4 Kali dalam 37 Hari, demi Cuti Maksimal dari Kantor

Global
Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Tangkapan Terbesar, 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Langka Disita

Global
Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Rakyat Inggris Berbondong-bondong Beri Pangeran Philip Penghormatan

Global
Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
komentar
Close Ads X