Remaja 18 Tahun yang Jadi Pemenggal Guru Perancis Dikubur di Kampung Halamannya

Kompas.com - 07/12/2020, 19:04 WIB
Foto yang menunjukkan Abdoullakh Anzorov (18), sosok pemenggal guru di Perancis bernama Samuel Paty (47) karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad dari majalah satir Charlie Hebdo di kelas saat mengajar. TWITTER @nefritovyFoto yang menunjukkan Abdoullakh Anzorov (18), sosok pemenggal guru di Perancis bernama Samuel Paty (47) karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad dari majalah satir Charlie Hebdo di kelas saat mengajar.

MOSKWA, KOMPAS.com - Remaja 18 tahun yang menjadi pemenggal Samuel Paty, seorang guru di Perancis. dilaporkan dikubur di kampung halamannya, Chechnya.

Abdoullakh Anzorov, yang pindah bersama orangtuanya dari Rusia ke Paris, ditembak mati dalam penyerangan yang terjadi pada 16 Oktober.

Samuel Paty dipenggal Anzorov sebagai respons atas pengajaran si guru yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di depan murid-muridnya.

Baca juga: Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Paty, pengajar berusia 47 tahun untuk mata pelajaran Sejarah, menunjukkan kartun itu sebagai bagian dari materi kebebasan berekspresi.

Video amatir yang tersebar di aplikasi Telegram memerlihatkan puluhan orang memakai mantel tebal berjalan menyusuri salju.

Sepanjang jalan, mereka bernyanyi sembari menggotong jenazah Abdoullakh Anzorov, yang saat itu diselimuti kain berwarna hijau.

Situs berita Knot melaporkan, pemakaman di desa Shalazhi, Distrik Urus-Martan, pada Minggu (6/12/2020) itu dihadiri sekitar 200 orang.

Dilansir AFP Senin (7/12/2020), desa itu dijagar oleh sekitar 60 penegak hukum setempat dan ditutup kecuali bagi warga yang hendak masuk.

"Masih terdapat kemacetan di desa tetangga dikarenakan banyaknya orang yang hendak melayat," demikian laporan Knot di Telegram mereka.

Baca juga: Ribuan Guru Dukung Pengadilan untuk Pemenggal Kepala Guru Perancis

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, menuturkan mereka tak menerima informasi mengenai pemakaman remaja 18 tahun itu.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X